22 Mei 2005

Salah satu adegan paling memiriskan dalam film Indonesia, IMHO, adalah adegan di akhir film Cemeng 2005 (N. Riantiarno) di mana Nur Katonah berkeliling keluar-masuk gang-gang kecil ditemani Wak Bandri. Sang bekas primadona yang biasa berdandan cantik kini memakai hiasan bunga dari kertas. Gamelan lengkap diganti tape butut bersuara sember.

Edan! That scene gave an unpleasant feeling, just there in my stomach. Nyesek banget!

Trus gitu, gue kan lagi di Depok nih, Diklat Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (cieeh...) Hari Jumat kemaren gue lagi latihan upacara dong (bwahahaha!) denger suara musik trang-trung-trang-trung gitu kirain topeng monyet. Ternyata rombongan penari keliling gitu. Cokek kali ya? (gue gak apal dandanannya dan gue juga gak pernah liat cokek sih. tapi yang jelas bukan topeng cirebon) Ya gitu deh, yang nari masih anak-anak, mukanya didandanin merah banget kaya abis ditonjok merata. Tapi narinya masuk-masuk gitu, gak keliatan dari tempat kita. Dan gak usah berpikir bahwa mereka berupaya keras melestarikan kebudayaan tradisional deh. Lagu keduanya Cucak Rowo kok (hehe, itu lagu tradisional bukan sih, btw?)

Ya gitu aja sih, langsung mengingatkan gue sama adegan yang gue cerita di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar