12 Februari 2012

653



Monty Phyton + 1984 = Brazil :D

652

'Ran, manéh pan geus ti Eropa, naha solat kénéh?' Ran, you've been to Europe, why do you still pray?
'Kan masih proses mencari. Selagi masih mencari mah solat aja dulu.' I'm still in the process of searching. Meanwhile, I just pray.

He was just kidding of course. But maybe not entirely. So was I.

Andri, a fellow God-Seeker at GMT+10, had one answer: Grace. Dawkins failed me with The God Delusion, but I actually offered Dawkins' shifting moral zeitgeist argument when Andri offered that answer. I didn't agree with his reasoning. I thought it was vague, but fair deuce to him. In the end, I just realized that we had different questions.

My question was actually on the very thing that I argue against Dawkins.
My take is, why can't God create by way of evolution? And while we're at it, why can't God be complex, more complex than we can ever imagine? I know, Occam's razor, but it's actually only one assumption more (there is a Complex God), just like the atheists believe in one less God.
My lab-mate in NL once asked me, 'Emangnya ada orang berpendidikan yang ateis?'. Is there any educated people who is also atheist? This was after she commented that our colleague was ateis banget (real atheist) because he didn't believe in God and didn't care if we did our religious ritual. I told her that he was an OK-atheist then, in the sense that he didn't try to argue with her about God and religion.

I know I made a generalization. Not all atheists are "preaching" about their "belief" (please note the quote marks). But living in NL for three years, I expected that she knew that already.

From science I see evidence of universe and its entirety evolved in such complex progression. Scientists like Hawking and Dawkins argue that god is not necessary in this process. What appears as design is not (save your breath, it's not merely chance either). But I still believe there is design, there is purpose. See the shift from see evidence to believe? I admit there is a leap of faith. My question, or rather "question", is actually how to close the gap?

What shocked me about my lab-mate's question (yes, I was kinda shocked) was that I didn't really see it coming. Maybe I read too much Dawkins (only one book actually) and (admittedly) Brookmyres back then, so I used to the argument of science vs... I'm not sure. God? Religion? Pseudoscience? Anyway, I forgot that in Indonesia, it's sort of taken for granted. I remember as a first year student, I had an obligatory Islamic mentoring when we discuss about science and, what was that, god and religion. And of course we all agreed that there is no contradiction between them.

It's a consensus. We don't really think about it anymore.

Anyway, I have already "found" what I was searching for way back when, so it's not like I'm questioning from zero. It's only that small glitch, and when I look around I do see signs li qaumi yatafakkarun, for those who thinks. And maybe Andri was right after all. It is grace.

And as for the shifting moral zeitgeist, I found the answer here.
...karena cara berpikir “asli” seperti diatas berarti mengingkari tujuan syari’at itu sendiri, yaitu memberikan jalan keluar bagi manusia untuk menuju mashlahat dunia-akhirat dihadapan berbagai masalah dalam ruang dan waktu mereka sendiri.

...because the "genuine" way of thinking like that means denying the purpose of sharia itself, that is to give solutions for mankind for achieving virtue in heaven and earth, in facing problems in their own space and time.

10 Februari 2012

651

Pingin nulis serius, tapi males mikir.

Pingin nulis yang lucu, tapi ga ada ide.

Pingin gabung sama proyek legendaris yang inisiasinya sembilan taun yang lalu itu, tapi hmmm...

Pingin ngoprek ubuntu, tapi internetnya lelet.

Pingin, hmmm... ngga deh. Don't go there, hen.

Jadinya ganti desain blog ajah. Destruktif sekali. Buat ulikan jangka panjang, selama beberapa minggu ke depan blog ini bakalan berantakan.

Seberantakan hatiku, hahaha. Ngga ding.

A', punya obeng?

04 Februari 2012

650

Berlatih Belajar menulis. Me-reverse engineer adegan ini (ga bisa ditempel, maap).

Filmnya bahasa mandarin. Terjemahannya bahasa inggris. Gue nulisnya pake bahasa indonesia :P
Sekalian latihan juga menulis dialog dengan bahasa indonesia yang baik dan benar, sekaligus steril dari aksen dan zeitgeist. Pfiuh...


INT. KORIDOR - SIANG
TONY dan KOMISARIS WONG menyadari para pengejar mereka naik melalui tangga darurat. Mereka masuk kembali ke koridor. Komisaris Wong terlihat tenang namun waspada. Tony nampak gelisah, seolah ada yang mengikuti mereka. Mereka berjalan melewati deretan lift. Sekilas terlihat lift masih berada di lantai-lantai bawah.


KOMISARIS WONG
Kamu lebih baik turun pakai gondola
pembersih kaca jendela.

TONY
Anda bagimana?

KOMISARIS WONG
Saya pakai lift.

TONY
Hati-hati Pak.

Tony berjalan ke arah pintu menuju atap. Baru beberapa langkah, Komisaris Wong kembali memanggil.


KOMISARIS WONG
Hey! 

Tony berbalik.


TONY
Ada apa Pak?

KOMISARIS WONG
(berubah pikiran)
Tidak apa-apa.

Tony membuka pintu menuju atap, sementara Komisaris Wong berjalan ke arah lift. Komisaris Wong menoleh ke belakang, seolah ingin melepas Tony yang sudah menghilang di balik pintu. Komisaris Wong berdiri di depan lift, mengambil majalah untuk mengalihkan pikiran sambil menunggu.
CUT TO:


INT. TANGGA MENUJU ATAP - SIANG
Tony menaiki tangga ke atap gedung.
CUT TO:


EXT. ATAP GEDUNG - SIANG
Tony berlari di sela-sela mesin-mesin di atap gedung.
CUT TO:


INT. TANGGA DARURAT - SIANG 
Melalui jendela terlihat Tony berlari di atap.


BAD GUY-1, BAD GUY-2, BAD GUY-3, dan BAD GUY-4 bergegas menaiki tangga darurat.
CUT TO:


EXT. ATAP GEDUNG - SIANG
Tony berlari ke arah gondola, menyalakan mesin, dan memanjat masuk ke dalam gondola.
CUT TO:

INT. KORIDOR - SIANG 
Display lift berubah dari angka 19 ke 20.
CUT TO:

INT. LIFT - SIANG
Bad Guy-1, Bad Guy-2, Bad Guy-3, Bad Guy-4 berada di dalam lift.
CUT TO:


INT. KORIDOR - SIANG
Komisaris Wong masih menunggu lift. Ia mengeluarkan ponsel-nya dan mulai men-dial.
Display lift berubah dari angka 20 ke 21.
CUT TO:


INT. LIFT - SIANG
Bad Guy-1, Bad Guy-2, Bad Guy-3, Bad Guy-4 masih berada di dalam lift. Mereka tampak gelisah.
CUT TO:


INT. KORIDOR - SIANG 
Komisaris Wong menelepon seseorang.
Display lift berubah ke angka 22 lalu 23. Suara denting dan lampu menunjukkan lift tiba di lantai tersebut.


Pintu lift terbuka. Bad Guy-1, Bad Guy-2, Bad Guy-3, Bad Guy-4 keluar dari lift. Komisaris Wong masuk ke dalam lift sambil menelepon.

KOMISARIS WONG
(berbicara di ponsel)
Sayang, apartemennya sangat bagus.
Jendelanya sangat lebar dan menghadap
ke lapangan golf.

Komisaris Wong masih berbicara sambil menekan tombol lift. 
CUT TO:


INT. LIFT - SIANG
Komisaris Wong masih berbicara di ponsel. Pintu lift menutup.


KOMISARIS WONG
Biaya untuk jadi anggota klub hanya
tak sampai satu juta.

Ketika pintu lift hampir menutup, Bad Guy-1 membuka pintu dengan paksa.


BAD GUY-1
Komisaris Wong?

Komisaris Wong terperanjat. 
Bad Guy-1 menyerbu masuk lift dan melayangkan tinjunya diikuti Bad Guy-2, Bad Guy-3, dan Bad Guy-4.
CUT TO:


EXT. BAGIAN BELAKANG GEDUNG - SIANG
Tony berhasil turun dari atap gedung, dan berlari sambil menatap sekeliling mencari taksi. Jalan tidak terlalu ramai. Tony menyeberang jalan dan memasuki sebuah taksi.


TONY 
Tolong putar ke pintu masuk utama
ya Pak. 


Taksi melaju.
CUT TO:


INT. TAKSI - SIANG 
Tony duduk dengan gelisah.
CUT TO:

EXT. BAGIAN DEPAN GEDUNG - SIANG
Taksi berhenti di depan pintu masuk utama. Tony bergegas keluar dari taksi dan berjalan menuju pintu masuk.


Tubuh Komisaris Wong jatuh dari atap dan menimpa taksi yang baru saja ditinggalkan Tony dengan suara keras. SUPIR TAKSI yang masih berada di dalam taksi sangat terkejut.


Tony berbalik.


POLISI-1, POLISI-2 DAN POLISI-3 yang menunggu di mobil berbalik melihat ke belakang.


Supir Taksi keluar dari taksinya dengan ketakutan.


Mayat Komisaris Wong yang berlumuran darah masih tergeletak di atas taksi.


Tony tercengang, belum sepenuhnya mencerna apa yang dia saksikan. Perlahan dia bergerak ke arah taksi.


Polisi-1 keluar dari mobil, diikuti Polisi-2 dan Polisi-3.


Mayat Komisaris Wong yang berlumuran darah masih tergeletak di atas taksi.
Tony menghampiri mayat Komisaris Wong.
CUT TO:


INT. KANTOR POLISI - SIANG (FLASHBACK)
Komisaris Wong memanggil TONY MUDA ke ruangannya.


KOMISARIS WONG
Apa yang ada di pikiranmu tentang
saya? 


Tony Muda hanya terdiam.
CUT TO:

EXT. JALAN - SIANG (FLASHBACK) 
Komisaris Wong membimbing Tony Muda.


EXT. TERAS GEDUNG - SIANG (FLASHBACK) 
Komisaris Wong dan Tony tertawa.


KOMISARIS WONG
Ulang tahunmu tanggal 25 ini kan?
CUT TO:


EXT. BAGIAN DEPAN GEDUNG - SIANG
Mayat Komisaris Wong yang berlumuran darah masih tergeletak di atas taksi. Tony sangat terpukul.


Tiba-tiba Bad Guy-2 menghampiri Tony dan berusaha menariknya.


BAD GUY-2
Polisi! Ayo pergi!


Terdengar suara tembakan.


Dari balik mobil yang ada di seberang jalan, Polisi-1 melepaskan tembakan ke arah Tony dan Bad Guy-2.


Bad Guy-1 melepaskan dua tembakan balasan. Bad Guy-2, Bad Guy-3, Bad Guy-4 berlindung di balik mobil. ORANG-ORANG berlari keluar dari mobil. 


Bad Guy-2 mendorong Tony masuk ke dalam mobil.


Bad Guy-1 dan Polisi-1 saling melepaskan tembakan.


Bad Guy-3 tertembak dua kali di dada. Di belakangnya Bad Guy-1 melepaskan tembakan balasan. Bad Guy-4 melepaskan tembakan ke arah Polisi-1.


Polisi-2 keluar dari mobil dan melepaskan tembakan.


Bad Guy-1 dan Bad Guy-4 melepaskan tembakan. Bad Guy-1 tertembak di dada dan jatuh menimpa mobil di sampingnya diiringi suara kaca pecah berderai.
Tony menutup pintu mobil, nafas memburu. Suara tembakan masih terdengar.


Bad Guy-4 melarikan diri.


Bad Guy-2 memundurkan mobil untuk melarikan diri. Di kursi penumpang, Tony masih terpana.


Polisi-1 menembak mobil Bad Guy-2 dan Tony. Bad Guy-2 dan Tony berhasil melarikan diri. Polisi-1 berlari menyeberang jalan diikuti Polisi-2 dan Polisi-3.


Polisi-1 menghubungi atasannya.


POLISI-1
(berbicara di ponsel)
Kabar buruk Komandan. Sesuatu
terjadi pada Komisaris Wong.


Mayat Bad Guy-1 dan Bad Guy-3 tergeletak di trotoar.


Polisi-1 masih dalam posisi siaga. Polisi-2 menendang mayat Bad Guy-3.


Dengan pistol teracung Polisi-1, Polisi-2, dan Polisi-3 menghampiri mayat Komisaris Wong.


Masih dengan pistol teracung, Polisi-1 mendekati mayat Komisaris Wong. Polisi-1 tampak shock. Ia perlahan-lahan menurunkan pistolnya.
DISSOLVE TO:


EXT. BAGIAN DEPAN GEDUNG - BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
Lokasi kejadian telah ditandai dengan garis polisi. Tampak sebuah ambulans dan beberapa mobil polisi. BEBERAPA POLISI nampak berjaga-jaga.


ANDY menatap POLISI-4 tanpa berkata-kata, lalu berjalan melewatinya.


Polisi-4 melihat ke atas, mengira-ngira tempat jatuhnya Komisaris Wong.


Andy ikut melihat ke atas selama beberapa saat, lalu menunduk dan menghela nafas. 


Kamera PANNING ke bagian atas taksi yang remuk.

30 Januari 2012

649

Still in deep shock of what I did today.

It could go wrong, very very wrong. Yet it didn't. I hope.

But keep the heid next time, girl. There are bad people out there. What started this fiasco is one of them.

Bismillah. Hope all is well.

27 Januari 2012

648

29-04-2010 22:31
K dpan pasti lncar ran,
jangar dikit gpp.
Worth it lah.


AYO SEMANGKAAAAAAAAA!!!!
Makasih, you :)

26 Januari 2012

647


I'm a friend of the earth! I just circled the +Earth on Google+.

PS#1: Of course most of my friends are on facebook instead of G+ so it doesn't make sense to post this over there, amirite?

PS#2: You can circle the +Sun and the +Moon as well :)

19 Januari 2012

646

According to this, I have 75% changed. That's not necessarily a bad thing, though :D

Still the question from last night chat remains:
Why do people hangout at Circle-K? I mean, Joko Anwar going there naked only happened once (and only in one outlet), right?