10 Juli 2011

605

Plow, Plagues and Petroleum: Bagian 2 (Lanjutan yang ini)

Hihi... kelamaan ;))

Jadi, berdasarkan data orbit bumi, posisi matahari, dan rekaman jutaan tahun, para pakar iklim dan ilmuwan lainnya dapat memperkirakan kecenderungan konsentrasi metana dan karbondioksida. Atau tepatnya, bagaimana seharusnya kecenderungan konsentrasi metana dan karbondioksida jika semua berlangsung seperti biasa. Namun sesuatu yang tidak biasa terjadi 8000 tahun yang lalu. Konsentrasi metana dan karbondioksida yang secara teoretis sedang dalam kecenderungan menurun tiba-tiba bertambah secara konsisten. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dan penyebabnya, menurut hipotesis Ruddiman, adalah manusia. Yang mulai dilakukan umat manusia pada 8000 tahun yang lalu, yang belum ada presedennya ketika itu, adalah mulai bertani. Mereka membuka hutan untuk lahan pertanian dan pemukiman. Memunahkan vegetasi penyerap karbondioksida sekaligus, di Asia, mengolah sawah tergenang yang menghasilkan metana. Mungkin agak sulit membayangkan populasi manusia yang tak sampai satu milyar jiwa ketika itu sanggup membuat perubahan setara era industri 150 tahun terakhir dengan populasi tujuh kali lipatnya. Tapi tentu saja perubahan itu berlangsung perlahan namun konsisten selama 8000 tahun terakhir.

Hipotesis Ruddiman teruji, anehnya, dengan membandingkan data konsentrasi gas-gas rumah kaca, data jumlah penduduk, dan data wabah penyakit. Wabah yang menyebabkan kematian masif ternyata berkorelasi dengan penurunan konsentrasi metana dan karbondioksida. Mungkin agak janggal tapi perlu diingat, dengan kondisi kesehatan dan sanitasi ketika itu, wabah dapat memusnahkan satu komunitas dalam arti sebenarnya. Di lain pihak, reforestasi atau 'pengambilalihan kembali' lahan oleh hutan ternyata lebih mudah ketimbang menyembuhkan komunitas yang lumpuh oleh oleh penyakit, setidaknya pada masa pra-industrial.

Tentunya, industrialisasi selama 150 tahun terakhir menghasilkan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca setara dengan yang ditimbulkan era agraria selama 8000 tahun. Yang lebih parah, data selama jutaan tahun menunjukkan adanya jeda antara penyebab (posisi matahari, pembukaan hutan, industrialisasi) dengan respon (peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca). Artinya, konsentrasi yang teramati saat ini sangat mungkin akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Lalu?

Hmmm... lanjut lain kali ya :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar