13 November 2008

387

Malam ini kutulis syair kesedihan.

Mungkin, dapat kutulis, "Malam berkeping-keping
dan bintang-bintang biru gemetar di kejauhan."

Angin malam hari bergulung di angkasa dan bernyanyi.

Ah, kumbangnya* aneh niy. Ga tau deh. Padahal gak lagi sedih apa gimana.

Mendengar malam yang lengang, semakin sunyi tanpanya.
Sajak-sajak berjatuhan ke dalam jiwa bagai embun di padang rumput.


Lagi berdiri di pinggiran. Iya. Dengan sengaja. Dan mungkin akan tambah ke pinggir. Masi dipikirkan.

Malam sama putihnya dengan pepohonan.
Waktu itu, kita telah sangat berubah.


Kehilangan. Hmm... sedikit. Tapi gak juga si. Karena lo gak bisa kehilangan apa yang gak pernah lo milikin.

Dan kata Mas Bono, apa yang gak lo milikin berarti sesuatu yang emang belum lo butuhkan.

Ya.

Ya no somos los mismos.

Hmm... bahasa aslinya terdengar seksi sekali. Mas Bono juga. Halah! :D

Udah ah.

*Aah, udah pada tau kali ya. Kumbang di telinga ini judul aslinya Puedo Escribir los Versos más Tristes Esta Noche karya siapa lagi kalo bukan Pablo Neruda. Bahasa Indonesianya, Malam Ini Kutulis Syair Kesedihan, diterjemahkan oleh Cecep Syamsul Hari. Lengkapnya di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar