06 November 2008

385

Kepala gue lagi penuh ama Meneer T, sebenarnya ga niat nulis palagi yang berat-berat. Tapi kok penasaran ya?

Sejak lama gue ga abis pikir sama orang-orang Indonesia yang mendukung Obama. Kesan yang gue tangkep, tanpa alasan yang kuat. Tapi mungkin gue emang gak nyimak. Enda menjelaskan di sini. Baiklah, gue terima. Walopun gue ga yakin semua orang yang mengaku mendukung Obama itu menangkap alasan-alasan Enda, atau cuma ikut-ikutan. Tapi kita tidak berbicara tentang itu.

Gue ga ngikutin perkembangan kampanye dan pemilu Amerika. Kesimpulan ga penting yang sempet gue tarik cuma, Obama lebih pintar melontarkan lelucon dari McCain. Atau kebalik, McCain ga bisa ngelucu. Kalo gue warga negara AS, mungkin gue akan memilih berdasarkan kriteria itu. Tapi ada dua hal yang membuat gue berpikir bahwa 'perubahan' itu tidak akan terjadi semudah membalik telapak tangan.

Pertama, sistem tata negara AS, sebagaimana yang gue pelajari dari novel-novel Forsyth (fufufufu), tidak memungkinkan perubahan kebijakan secara drastis. Kedua, kebijakan Obama sendiri, khususnya kebijakan luar negeri, yang gue baca sekilas kok ga terlalu menyenangkan ya. Mungkin gak se-jingo Bush tapi garis besarnya ga jauh beda. Tapi ya mungkin juga gue salah. Emang ga nyimak.

Tapi dengan memberi dukungan seperti ini, apakah kita ga memberi terlalu banyak legitimasi pada Obama? Kok gue ngerasa kita seperti ngasi cek kosong yang bisa dia pergunakan seenaknya. Dan kalo ternyata dia melakukan sesuatu yang ternyata gak sesuai harapan, baik di dalam maupun ke luar negeri, dia bisa berkelit, "Dunia internasional kan mendukung saya."

Cuma dua rupiah gue.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar