19 Desember 2005

A Little of This, A Little of That. Maan, whatta hectic days...

Jiffest. Jiffest taun ini gue bener-bener puasss... Nonton film-film keren dan nonton (harfiah) workshop script development. Senangnya... Dan amat sangat banyak kebetulan gitu. Kebetulan mesti nganterin dokumen hari Senin tanggal 12, kebetulan mesti sidang tanggal 16, dan kebetulan yang paling tukgling adalah... sebenarnya gue pingin ikutan workshop short-documentary. Tapi pas ngulik ide dapetnya malah fiksi gitu. Ya, daripada enggak gue submit-lah itu skrip dan tentunya gak tembus (gak shortlisted kalo istilah mereka). Tapi taunya boleh dateng sebagai observer dan—surprise, surprise—ternyata observer itu boleh ikutan ke mana aja. Jadi dengan tidak sopannya gue ikutan workshop short-doc dan tidak sekalipun ikutan workshop short-fiction ;P

From Ciputat With Love. Kalo lewat pasar Ciputat yang gak pernah gak macet itu, sekarang lagi banyak spanduk. Bukan, bukan FPI. Spanduk mendukung pembuatan flyover gitu. Ada yang model-model orde baru kayak,
"KAMI ELEMEN MASYARAKAT TANGERANG CIPUTAT MENDUKUNG PEMBANGUNAN FLYOVER"
Ada yang sok-sok preman,
"GUE KAGAK MAU TAU FLYOVER KUDU BURUAN DIJADIIN"
Tapi ada satu yang paling nendang,
"LAKSANAKAN FATWA MUI NO 8 TAHUN 2005 UNTUK MEWUJUDKAN FLYOVER CIPUTAT"
Hehe, can somebody please suggest me what "Fatwa MUI No. 8/2005" is about?

Bioskop-bioskop Itu. Salah satu peserta workshop short-doc ngangkat tema dua dari hanya-tiga bioskop di Jogja yang udah hampir mampus. Yang satu sisa pun mungkin akan mampus juga kalo 21 jadi masuk Jogja. Gue tetep gak begitu ngeh sama sistem distribusi film, tapi mungkin Bandung sedikit beruntung dengan adanya Ir. Cannes Parwez Servia itu, seenggaknya tidak semua bioskop di Bandung adalah 21.

BTW, Kamis kemarin untuk ketiga kalinya gue gagal nonton Harry Potter (gue sarankan link 21 di atas gak usah di-klik deh, tepu! untuk jadwal film di Bandung PR lebih bisa dipercaya). Keluar dari BIP gitu (bayangkan suatu sore tiris habis ujan, suasana sedikit melankolis) tak sengaja gue melayangkan pandang ke seberang jalan dan menangkap tulisan "Panti Karya". Hey!

Yang sekarang jadi Dunkin Donuts itu dulunya bioskop "Panti Karya". Gue pikir bangunannya udah ga ada, taunya cuma dikasi cladding aja untuk nutupin tampakan bangunan lamanya. Baru ngeh sekarang. Huhu... jadi inget waktu kecil, seinget gue dua kali nonton di situ. Yang pertama The Sound of Music, yang kedua film Warkop entah yang mana. Ah...

Irony.

MONICA
Isn't it ironic that David would show up on the same day that you and Mike exchange keys?

PHOEBE
Uh-huh. Yeah. You know, and given my lifelong search for irony, you can imagine how happy I am!

Now, I have one irony-of-my-life on my left wrist. Huehehe, why-oh-why...

All The Best Men Are Already Taken. Malem minggu kemarin (bayangin, malem minggu!) Chomo SMS gue ngabarin dia baru tunangan dan akan segera menikah bulan Februari. *sigh* Apparently all the best men are already taken.

Oh, well, congratulations! :)
*sambil-pundung-dan-berlalu*

Earbug.
Tak bisakah kau menungguku
Hingga nanti tetap menunggu
Faaaan! I blame YOU for this!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar