23 April 2005

Only writer gets writer's block.
(Secara I'm not a writer yet...)

Deadline yang agak longgar minggu ini, tapi udah beberapa hari nih "my other project" dianggurin. Seperti biasa setiap kali mentok (ingat, bukan writer's block) gue nge-game yang gak penting-gak penting gitu. Tadi beberapa kali bolak-balik main shanghai[1], tiap kali menang kan dapet kue keberuntungan gitu. Dan setelah beberapa ramalan gak penting akhirnya, guess what it says:
Shouldn't you be doing something productive?
Huahahahahaha! Even my computer kid me! :D

Tentang Memberi. Kemarin di Simpang gak sengaja kaki saya nabrak kaki pengemis di depan Toko Bahagia[2]. Jadi ngerasa bersalah gitu, udah mah gak ngasih, nabrak-nabrak lagi. Pengemis itu emang biasa nangkring di situ, jadi gue membuat mental note bahwa kapan-kapan gue harus ngasih.

Gue tidak punya standar sih kapan harus memberi dan kapan tidak harus memberi ke pengemis. Gimana mood aja. Suka-suka sih ngasih kalo lagi di perjalanan untuk mengerjakan sesuatu yang belum jelas berhasil-enggaknya, such as tes atau wawancara gitu. Ini semacam sogokan buat Tuhan kali ya.

(backsound: "Laporin aja ke KPK!")

Film Bodoh.
"Kalo ada granat banyak apinya, berarti itu film bodoh."
(uwak gue, beberapa hari yang lalu sambil nonton Stallone)

Salah satu film yang masuk daftar film yang paling gue benci[3] adalah Total Recall. Film itu nyebelin banget. Bayangin berapa banyak orang harus mati untuk pembalasan dendamnya si Arnold. Gak worth it gitu loh. Kalo banyak orang harus mati dalam rangka melindungi nyawa presiden yang superjagoan kaya di Air Force One masih bolehlah dengan judul “kepentingan yang lebih besar”[4]. Tapi kalo dia cuma frustasi karena polisi gak bisa menangkap pembunuh anaknya, kenapa harus ngorbanin orang-orang tak berdosa[5].

Pokoknya nonton film bodoh Stallone kemarin mengingatkan
gue sama Joe Sacco di “Palestine”-nya[6].

…Kami menonton “The Delta Force”, yang dibintangi Chuck Norris dan Lee Marvin. Film itu agaknya berdasarkan pembajakan tahun 80-an di mana seorang tentara AS dibunuh dan beberapa warga AS disandera di Beirut. Akhirnya, sandera dibebaskan. Namun di film, tim Delta Force menyelamatkan para sandera ala Entebbe (Entebbe adalah kota Uganda Selatan, di Danau Victoria. Pada bandaranya di tahun 1976, tim komando Israel menyelamatkan sebagian besar sandera dalam pembajakan pesawat Air France oleh beberapa orang Palestina.) sekaligus menghabisi gerombolan teroris Palestina. Dan sementara orang-orang Amerika bersatu dan tidak menyerah terhadap penyiksa mereka, orang-orang Palestina yang ketakutan mengkhianati tujuan kelompok ketika dihadapkan pada ancaman pribadi. Jabril dan saudara-saudaranya menonton tanpa ekspresi, sering menggeleng-gelengkan kepala saat orang Palestina melarikan diri dari pertempuran sambil menjerit-jerit atau diledakkan berkeping-keping oleh Norris dari motor beroketnya.

(terima kasih kepada Bryan Singer yang mengembalikan kepercayaan saya terhadap film-dengan-banyak-adegan-kekerasan dengan membuat Usual Suspect)

Jalan ke Surga. Bertaun-taun lalu pernah nemu buku tentang petunjuk shalat khusyu' di lemari nenek gue di Solo. Waktu liat gue baca buku itu, nenek gue senyum aja. Gue lupa persisnya beliau bilang apa, tapi kesimpulannya kalo emang ada manual menuju shalat khusyu' pasti bakal diikutin (gue pake kata 'manual' yang kesannya lebih sistematis). Unfortunately there is no such thing. Itu sesuatu yang lo lakuin dengan sendirinya, either you get it or you don't. Dan gue berhenti membaca buku itu ;P

Kemarin nemu selebaran "Pelatihan Shalat Khusyu". Dua hari, 750.000 rupiah saja sudah include 4 kali snack dan 2 kali makan siang. Kalo emang abis ikut pelatihan dijamin khusyu', murah juga tuh. Jalan ke surga, cuma 750.000.

Ngomong-ngomong soal surga, dulu di pameran buku di Landmark pernah nemu buku judulnya "Kunci Surga", seribu rupiah saja. Sedaaap...

 

[1] atau mahjong? apa sih, pokonya game cina kurang kerjaan yang nyocok-nyocokin biji mahjong itu

[2] mungkin kapan-kapan perlu ditanyakan, apa toko itu menjual kebahagiaan

[3] daftarnya belum dibikin siih…

[4] nyokap gue pernah cerita soal seorang bupati atau apalah di jaman dulu yang ketika ada gunung meletus membiarkan rakyatnya duluan mengungsi dan dia berada paling belakang untuk mengahadapi si gunung meletus itu. ini heroik apa bodoh ya?

[5] eh wait, this is the right movie Total Recall, right? I hate it so much I don’t even remember the title and may even confused it with another movie ;P

[6] “Palestine”—diterjemahkan Mizan menjadi “Palestina: Duka Orang-orang Terusir”—adalah graphic novel-nya Joe Sacco, dan kadang-kadang dia menggunakan paragraf-paragraf panjang seperti di atas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar