20 April 2019

747

Mengejar Monster (Heidelberg, Jerman)

One thinks Heidelberg by day—with its surroundings—is the last possibility of the beautiful; but when he sees Heidelberg by night, a fallen Milky Way, with that glittering railway constellation pinned to the border, he requires time to consider upon the verdict.
(Mark Twain, A Tramp Abroad)

Walaupun seorang teman juga pernah merekomendasikan Heidelberg karena keindahannya, saya mengunjungi Heidelberg bukan karena Mark Twain. Saya ke Heidelberg karena karya lain yang lebih populer nge-pop, manga berjudul Monster karya Naoki Urasawa.


Heidelberg adalah kota kecil (109 km2, 150 ribu penduduk) di lembah antara Sungai Neckar dan Sungai Rhine. Kota lama (Altstadt) merupakan deretan bangunan bergaya barok yang dibangun di atas reruntuhan kota abad pertengahan di mana gereja dan balai kota berhadap-hadapan di alun-alun (Marktplatz). Nina Fortner/Anna Liebert, tokoh protagonis dalam Monster, tinggal di kota ini bersama orang tua angkatnya. Saudara kembar Nina, Johan, adalah seorang psikopat yang sedang dilacak jejaknya oleh Kenzo Tenma, dokter bedah yang pernah menyelamatkan nyawa Johan.

Nina adalah seorang mahasiswa hukum di Universitas Heidelberg, universitas tertua di Jerman yang terkenal dengan studi humanioranya. Universitas ini didirikan pada tahun 1938 oleh Elektor Ruprecht I sehingga universitas ini juga dikenal dengan nama Universitas Ruprecht-Karl (Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg). Karl Friedrich adalah Adipati Baden yang menetapkan Universitas Heidelberg sebagai milik negara di tahun 1803.
Gedung dengan jam di puncaknya itu adalah gedung universitas lama (Alte Universität), yang merupakan tempat kedudukan rektor dan senat. Gedung-gedung lainnya tersebar di seluruh kota. Fakultas-fakultas humaniora berlokasi di Altstadt, sementara fakultas sains dan kedokteran berlokasi di seberang Sungai Neckar. Walaupun Altstadt, terlebih jalan utama dan pusat belanja Hauptstraße selalu dipadati turis, atmosfer kota pelajar masih sangat terasa. Tempat favorit saya selama di Heidelberg adalah taman kecil di belakang gedung universitas baru, tak jauh dari gedung lama dan Hauptstraße. Tak banyak turis yang tersasar ke sana, dan kita bisa menjumpai mahasiswa yang duduk-duduk membaca atau makan siang atau tidur-tiduran sambil berjemur menikmati matahari dan mendengarkan gemericik air mancur.


Atraksi turis utama di Heidelberg adalah reruntuhan kastil di atas bukit beserta taman dengan pemandangan ke arah kota. Johan meminta Nina untuk datang ke kastil pada hari ulang tahun mereka yang kedua puluh. Sayang ketika saya ke sana, beberapa pekerjaan renovasi sedang berlangsung.


Mengunjungi sebuah kota karena sebuah komik ternyata lebih geek sekaligus lebih tricky dari yang saya bayangkan. Menurut komik, orang tua angkat Nina tinggal di Necker Lane nomer 16. Google Maps memberi tahu saya bahwa di Heidelberg terdapat Neckarhamm dan Neckarweg. Baik -hamm maupun -weg bisa diterjemahkan menjadi Lane. Sayang dua-duanya terdapat di seberang sungai, jauh dari tempat gaul saya. Di Aldstadt saya menemukan Untere Neckarstraße 16. Oh, well...

Lepas dari "petualangan" mencari Nina Fortner, Heidelberg adalah kota yang sangat menyenangkan untuk berkeliling kota dengan berjalan kaki atau bersepeda, menikmati pemandangan dari funicular atau kapal yang melayari Sungai Neckar, serta menyusuri Philosophenweg atau piknik di tepi sungai. Banyak hal tentunya sudah berubah sejak Mark Twain menulis A Tramp Abroad, hampir satu setengah abad yang lalu. Tapi keindahan yang pernah memukau Twain, suasana kota yang hidup, atau bahkan coklat Studentenkuß yang pernah menjadi sogokan favorit para mahasiswa untuk pendamping (chaperone) gadis pujaan mereka, membuat Heidelberg tak terlupakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar