18 Oktober 2005

Star Power. A few participants receive a greater amount of high-value wealth chips than the other participants; these same participants are also provided the opportunity to change the rules of the game to protect their consolidation of power. The purpose of this game is to have the rules break down, as the disenfranchised powerless participants realize that they cannot win within the structure of the rules and react against their competitors who have abused the power. 2 1/2 - 3 hours. 18 to 35 players. High School - Adult.

Star power adalah simulasi dari kredo "Power tends to corrupt. Absolute power corrupt absolutely." Kalo gak salah game ini disusun oleh Dr. Joseph Jacovino yang entahlah siapa itu, dan... ah, enough with these facts. (in other words, this only what I can find in google, hehe)

Gue pertama dapet game ini pada jaman orde baru, ketika mas-mas dan mbak-mbak angkatan tua itu lagi giat-giatnya menurunkan bapak kita HM Soeharto. Beberapa taun kemudian sesudah jadi angkatan (ke)tua(an) juga, sudah jaman reformasi tentunya, we modify the game a little sebagai materi OSKM 2001. Gue lupa mulainya gimana waktu itu, pada akhirnya tarikannya (alah, ini kosa kata tim materi bangeud!) adalah potensi konflik pada struktur sosial dan ekonomi (cieee gaya ya?). The game was cancelled.*)

Gue teringat game ini lagi hari-hari ini, baca berita ada nenek-nenek meninggal waktu ngantri dana kompensasi, nonton orang-orang menyerbu kantor BPS dan rumah RW di TV, u know, the (un)usual stuff.

Ini sharing national income di Indonesia, dari tulisannya Fadjroel Rachman. Karena dimuat di Kompas kita asumsikan saja benar ;P

200220032004
Highest Income (20%)
Moderate Income (40%)
Lowest Income (40%)
42,19%
36,89%
20,92%
42,33%
37,1%
20,57%
42,07%
37,13%
20,8%


Kesadaran itu muncul suatu hari, lebih dari setaun yang lalu ketika memandangi orang-orang berpakaian fantastik-futuristik yang lalu lalang di WTC. Gue berpikir bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan begini, yang pertama mengenal elle dan givenchy dari ibu mereka, yang pinjam dasi ysl untuk interviu kerja dari ayah mereka. Lahir-sekolah-kerja-kawin-beranak-mati sebagai kelas menengah (ke atas). Sedangkan orang-orang kayak Darmanto (office boy) ya emang dari lahir, dari bapaknya, dari bapak bapaknya, sampe ke anaknya nanti, ya segitu aja.

Orang-orang fantastik-futuristik ini mungkin (at first) gak dapet pekerjaan se-fancy orangtua mereka, tapi mereka gak akan sampai jadi sampe blue collar. Dan suatu saat mereka dapet suami kaya, atau suatu saat sahabat mereka waktu kuliah mencari partner bisnis, and they make a comeback to the league. Sedangkan Darmanto, setelah dua puluh taun, mungkin bisa jadi staf procurement dengan atasan seorang fresh graduate universitas terkenal yang cabut setelah 6 bulan jadi MT.

Kisah Keluarga Cemara atau Ketika mungkin terjadi... in a land far far away alias nowhere!

Cara untuk lompat kelas harusnya adalah pendidikan, tapi dengan biaya pendidikan semahal sekarang, yeah u know-lah... Walopun ada Irfan (office boy juga, di sarjay) yang sekarang lagi ngambil kuliah malam (keep goin' Fan!). Banyakkah yang kaya Irfan, yang punya motivasi untuk berkembang? Ini masalah kesempatan atau self-motivation?

Tulisan gue basi banget ya?

Empat taun lalu ketika kita membagi kelompok di mana 5 orang makan nasi-ayam, 20 orang makan nasi-tahu-tempe, dan 45 orang cuma dapet air sama apa ya (lupa), kita membayangkan si 45 orang ini pastinya akan berontak dong, sama ketidakadilan semacam itu. Yang gak kebayang adalah, semacam-pemberontakan-yang-sama akan terjadi empat taun kemudian di berbagai tempat di Indonesia demi uang 300 ribu.

*) hahaaa, it's a lot easier to talk about this OSKM jahanam setelah empat taun, sambil makan siang di gelael, bukan begitu wil?
#) btw, earbug pagi ini, "Satukan tinju kita, satu padu!" :)

2 komentar:

  1. baduonthewayhometowhere?8/3/06 12:36

    tulisan lu gak basi. otak gw yg basi, krn gak ngerti. :p

    BalasHapus
  2. haha...oskm jahanam itu yah? kayak pernah denger..:P
    tapi aku suka sudut pandang kamu di situ, anjis, ketika orang berlomba2 jadi orang miskin (sampe ngancem bunuh biar dibilang miskin! kurang sedih apa coba?) ada lagi yang... whua, pengen ngobrol lagi nih!! ga kuat!! *mad*

    BalasHapus