A what? A sore and bleeding toe.
Why? I kicked a stool.
Why, again? I was working 'till afternoon, and without any notification someone just shut down the electricity for maintenance purpose.
And? And I lost my temper and kicked a stool and my toe bleed.
No, I mean, and...? Oh yeah, and I was pingponged all morning for administration stuff. And had a letting down discussion which reminded me of my rejected proposal (well, JM's, actually) and "segmented ghost". And had a long preach last friday. And for the last 2 weeks people kept asking about me being transferred because my boss doesn't think I working here. You know, just happy to hang out at office until 9 PM.
And then you kicked a stool? Yeah. And I couldn't find my umbrella (it was dark, you know) and I went home in the light rain, still angry and feeling a bit like Gilang (you know Gilang, the character I've been working on). And then it struck me.
Lightning? Nooo! The fact that I was being totally foolish.
You were. Well...
And then? I went to internet stall and had a chat with Edo. And then I shopped at Toko Bahagia (The Happy Store), bought a cadbury bar (for ecstatic effect) and coffee (for the next day's work, you know, to catch the unsaved work) and redoxon (to prevent cold from walking in the rain). And a bag of Lays, in Circle-K, at 6.30 PM (breaking my 4th of 4 parameters).
So it's a happy ending? Yeah... sort of. I made a mental note that the things that keep my sanity are the ability to laugh at myself, and realizing the Big Guy Upthere is the Greatest Comedy Writer.
The end? And a sore and bleeding toe. The end.
31 Januari 2007
23 Januari 2007
268
Apakah mesin punya jiwa?
Sebuah pertanyaan yang keknya posmo banget (halah! kayak yang ngerti aja posmo itu apa). Tiba-tiba gue inget film Kubrick, 2001: A Space Odyssey, di mana sebuah komputer (HAL 9000) menjadi "gila" dan mulai membunuhi para anggota misi ruang angkasa. Apakah mesin punya jiwa? Apakah dia bisa merasa sedih, gembira, terancam, jatuh cinta *halah* Jadi inget film lain, A.I., yang juga dikonsep Kubrick tapi disutradarai Spielberg. Apakah dalam artificial intelligence terkandung pula... jiwa. Ketika para ilmuwan berteori bahwa unsur-unsur kimia dalam "sup purba" bumi jutaan taun yang lalu bereaksi membentuk DNA, kapan jiwa masuk ke dalamnya. Kenapa jadi dalem begini?
Padahal cuma pingin bercerita tentang ponsel gue. Umurnya di tangan gue setaun lebih sedikit, tapi karena belinya bekas, entahlah berapa umur sebenarnya. Euforia gue ketika beli ponsel itu berlangsung lebih dari sebulan dengan alasan yang tidak jelas
Seneng aja gitu.
Setelah ampir setaun, ponsel itu mulai bertingkah. Suka hang, dalam sehari bisa dua-tiga kali mati sendiri. Gue pikir penyebabnya adalah karena gue emang rada ceroboh sehingga dia sering jatuh-jatuh dengan alasan gak penting gitu. Diagnosis gue, casing-nya longgar. Jadilah pada suatu hari gue bela-belain ke BEC untuk nyari casing. Udah muter-muter, semua toko menawarkan casing+pasang dengan harga 60 ribuan. Padahal semua casing yang ditawarkan tampangnya cemen dan tampak ringkih. Huh, sudah mahal, jelek pula. Biar udah bocel-bocel dikit, casing ponsel gue kan masih orijinel. Jadilah gue pulang dengan tangan hampa *halah*
Eh, entah apa yang terjadi, besok-besoknya si ponsel gak mati-mati lagi. Segar bugar seperti sedia kala.
Apakah dia tersinggung karena casing-nya mau diganti sama yang palsu?
Ternyata bukan cuma ponsel gue yang bertingkah laku aneh. Adek gue dan (waktu itu) calon istrinya ngasih gue Al-Quran digital (disingkat AQD). Setelah gue pake beberapa saat, tentu saja batrenya abis. Gue charge, entah kenapa gak bisa-bisa. Padahal ampir seharian. Malah habis itu gak bisa dinyalain. Ya sudah gue minta adek gue memeriksakan ke penjualnya.
Adek gue bawa AQD itu ke temennya. Sang teman yang disinyalir tingkat keimanannya lebih tinggi itu mencoba menyalakan si AQD.
"Gak ada masalah tuh."
Dan sejak itu, emang gak ada masalah baik untuk men-charge maupun menyalakan.
Apakah penggunaan AQD berkorelasi dengan tingkat keimanan?
Tampaknya pertanyaan-pertanyaan itu tak akan pernah terjawab. Yang jelas kemaren-kemaren ponsel gue sempet mati-mati lagi. Udah sempet gue bawa puter-puter BEC lagi, bahkan sempet ta' ajak menimang-nimang EF-51 inceran yang harganya makin mendekati harga ideal gue.
Mudah-mudahan abis ini dia gak ngadat lagi
Sebuah pertanyaan yang keknya posmo banget (halah! kayak yang ngerti aja posmo itu apa). Tiba-tiba gue inget film Kubrick, 2001: A Space Odyssey, di mana sebuah komputer (HAL 9000) menjadi "gila" dan mulai membunuhi para anggota misi ruang angkasa. Apakah mesin punya jiwa? Apakah dia bisa merasa sedih, gembira, terancam, jatuh cinta *halah* Jadi inget film lain, A.I., yang juga dikonsep Kubrick tapi disutradarai Spielberg. Apakah dalam artificial intelligence terkandung pula... jiwa. Ketika para ilmuwan berteori bahwa unsur-unsur kimia dalam "sup purba" bumi jutaan taun yang lalu bereaksi membentuk DNA, kapan jiwa masuk ke dalamnya. Kenapa jadi dalem begini?
Padahal cuma pingin bercerita tentang ponsel gue. Umurnya di tangan gue setaun lebih sedikit, tapi karena belinya bekas, entahlah berapa umur sebenarnya. Euforia gue ketika beli ponsel itu berlangsung lebih dari sebulan dengan alasan yang tidak jelas
Setelah ampir setaun, ponsel itu mulai bertingkah. Suka hang, dalam sehari bisa dua-tiga kali mati sendiri. Gue pikir penyebabnya adalah karena gue emang rada ceroboh sehingga dia sering jatuh-jatuh dengan alasan gak penting gitu. Diagnosis gue, casing-nya longgar. Jadilah pada suatu hari gue bela-belain ke BEC untuk nyari casing. Udah muter-muter, semua toko menawarkan casing+pasang dengan harga 60 ribuan. Padahal semua casing yang ditawarkan tampangnya cemen dan tampak ringkih. Huh, sudah mahal, jelek pula. Biar udah bocel-bocel dikit, casing ponsel gue kan masih orijinel. Jadilah gue pulang dengan tangan hampa *halah*
Eh, entah apa yang terjadi, besok-besoknya si ponsel gak mati-mati lagi. Segar bugar seperti sedia kala.
Apakah dia tersinggung karena casing-nya mau diganti sama yang palsu?
Ternyata bukan cuma ponsel gue yang bertingkah laku aneh. Adek gue dan (waktu itu) calon istrinya ngasih gue Al-Quran digital (disingkat AQD). Setelah gue pake beberapa saat, tentu saja batrenya abis. Gue charge, entah kenapa gak bisa-bisa. Padahal ampir seharian. Malah habis itu gak bisa dinyalain. Ya sudah gue minta adek gue memeriksakan ke penjualnya.
Adek gue bawa AQD itu ke temennya. Sang teman yang disinyalir tingkat keimanannya lebih tinggi itu mencoba menyalakan si AQD.
"Gak ada masalah tuh."
Dan sejak itu, emang gak ada masalah baik untuk men-charge maupun menyalakan.
Apakah penggunaan AQD berkorelasi dengan tingkat keimanan?
Tampaknya pertanyaan-pertanyaan itu tak akan pernah terjawab. Yang jelas kemaren-kemaren ponsel gue sempet mati-mati lagi. Udah sempet gue bawa puter-puter BEC lagi, bahkan sempet ta' ajak menimang-nimang EF-51 inceran yang harganya makin mendekati harga ideal gue.
Mudah-mudahan abis ini dia gak ngadat lagi
02 Januari 2007
267
Selamat hari Selasa 
Hmmpff... baru puasa internet, kotakmasuk langsung penuh. Jadi, gimana kehidupan? Resolusi taun baru? Yada yada yada.
Malem Sabtu kemaren dapet SMS nyasar.
Hmmpff... baru puasa internet, kotakmasuk langsung penuh. Jadi, gimana kehidupan? Resolusi taun baru? Yada yada yada.
Malem Sabtu kemaren dapet SMS nyasar.
+62856494*****Kebangun jam tiga pagi, baca itu, merinding gue. Gimana kalo isinya ini?
SdhBobokYa?JagaK
ondisi,BykMknBrgzi
,BykOlhrga,MinumV
itamin+Susu.JgnLu
paTgl30Des06,Kmu
Siap2BrtmuDgDiaSa
ngKekasih.SlmtIdul
Adha.MknKmbgDrh
TgiCptMrh.TpiJgnM
rhYa?Zaim
+62856494*****
SdhBobokYa?JagaKJgnLu
ondisi,BykMknBrgzi
,BykOlhrga,MinumV
itamin+Susu.
paTgl30Des06,Kmu
Siap2BrtmuDgDiaSa
ngKekasih.Izrail
Langganan:
Postingan (Atom)