31 Mei 2006

233

World No Tobacco Day

Tembakau: Berbahaya Dalam Bentuk dan Samaran Apapun

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006
yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog
yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan
kita semua akan bahaya tembakau:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu... semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic
cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced... semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani
perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

-eggophilia-

29 Mei 2006

232

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

26 Mei 2006

231

Barusan nonton The Da Vinci Code, film kontroversial dari novel kontroversial. Hmm... Lumayan asik juga, walopun ada beberapa detil yang gue suka di bukunya gak keluar. Gue baca bukunya udah agak lama dan waktunya deketan sama bukunya Brown yang lain, Angels and Demons, jadi gue lumayan bisa nikmatin filmnya tanpa terbebani ingatan sama bukunya (walopun, yes, gue masih inget siapa penjahat sesungguhnya).

Yang paling mengganggu adalah ada beberapa (beberapa? banyak!) bagian dari film ini yang dihilangkan terjemahannya. What the f...? Gue sudah diperingatkan sih sama Nura, tapi gue gak nyangka separah itu. Gak penting banget sih! Gue tidak cukup berwawasan dan netral untuk ngomentarin kontroversinya, tapi tolong deh... siapapun yang nerjemahin film ini udah menambahkan peringatan di awal bahwa film ini adalah fiksi dan bla bla bla. Untuk penempatan kontroversinya sendiri gue ngerasa filmnya sedikit lebih hati-hati antara fakta dan dugaan, dengan peran Langdon dibikin agak skeptis yang menjadi kontras terhadap Sir Leigh. Bukunya, gue ngutip Wikipedia, "Critics have attacked it as poorly written, inaccurate and creating confusion between speculation and fact."

Oh yeah, ada satu adegan bodoh ketika Langdon dan Sophie diselamatkan oleh seekor burung *garuk-garuk kepala* Mungkin burung koak ya? ;P

Di luar itu, secara keseluruhan sih, standar-lah. Bisa dibilang Ron Howard bener-bener by-the-book, secara kiasan maupun harfiah. Jadinya seru tapi gak gigit. Kata e-Fun, mending sutradaranya jangan Ron Howard sih. Enaknya siapa ya?
Oliver Stone? Secara dia biasa ngangkat isu-isu kontroversial getoh. Tapi kata e-Fun ntar malah jadi sosialis lagi, hehe.
Ridley Scott? Kayanya pilihan menarik, walopun bukan sutradara favorit gue. Lagian dia pernah bikin Blade Runner dan Kingdom of Heaven.
Martin Scorsese? Haha, secara dia pernah bikin Last Temptation of Christ getoh.
Coppola (Francis Ford)? Mungkin akan cukup tertib tapi tetep ngasih warna yang beda.

Hmm... sekedar untuk bersenang-senang, bagaimana kalo kita pertimbangkan beberapa nama lain.
Michael Bay: Langdon yang berdarah-darah akibat sebuah pertempuran heroik akan berusaha meyakinkan Sophie untuk menunjukkan jatidirinya pada dunia, untuk menciptakan sebuah dunia yang lebih baik, damai, dan demokratis.
Lars von Trier: Ketegangan Langdon dan Sophie akan diwakili oleh kamera handheld dan di akhir film akan banyak yang terbunuh.
Spike Jonze (dengan skenario Kauffman): Alih-alih membunuh Sauniere, Opus Dei akan membuat alat atau portal untuk masuk ke kepala Sauniere dan para penjaga lainnya.
Woody Allen: Langdon akan diperankan oleh Woody Allen dan Sophie oleh Mandy Moore Kate Hudson.

23 Mei 2006

230

Setelah mengetahui suaminya (Lukman Sardi) selingkuh, istri pertama (Anisa Bahar) bersama 2 orang anaknya (Laudya Cynthia Bella dan aktor pendatang baru Panji Trihatmodjo) mendatangi suaminya yang lagi berada di rumah istri kedua (Dewi Persik). Terjadi keributan, Panji bahkan menantang ayahnya berkelahi. Anisa menjerit-jerit histeris dan mengancam bunuh diri. Perkelahian Panji dan ayahnya menjadi-jadi hingga memecahkan kaca-kaca jendela. Beberapa pecahan kaca melayang dan menancap pada Anisa yang sedang menjerit sambil goyang patah-patah. Terjadi pendarahan hebat. Bella dan Panji segera membawa mama mereka ke rumah sakit, tapi nyawa Anisa tidak tertolong.

Setelah kematian Anisa, Lukman pindah dari rumahnya di Cendana ke rumah Dewi. Semula mereka hidup bahagia, namun insiden-insiden aneh mulai terjadi seperti perabotan rumah yang bergerak-gerak sendiri (dengan gerakan diskrit) dan motif perabotan berubah jadi metalik dan motif macan. Lukman dan Dewi mulai merasa terteror.

Subplot: Bella dan Panji menemukan bahwa mereka ternyata bukan saudara kandung. Benih-benih kasih mulai tumbuh di hati mereka.


Hehe, gue abis nelen buku Katalog Film Indonesia taun-taun awal jadi gini nih ;P Tapi blum bisa bitchin' kayak Neng Sarah dan Mpok Jane. Ngomong-ngomong, ada yang mau ngemodalin bikin film ini?

17 Mei 2006

229

my desktop today. my heart head heart

Buat Aldi AR... slamat ya, akhirnya lulus juga dari Colliers Work and Career Training Center ;P Gue tunggu undangan milis ex-colliers@yahoogroups.com.

Buat Edo dan Hendi... makasih makasih makasih makasih makasih makasih makasih!

Buat Polpot... taun depan, yeah!

08 Mei 2006

228

Pernah gak lo mengalami hari yang begitu ungu?

Kemaren keknya bener-bener hari ungu nasional deh. Pagi ampe siang tu kan nikahannya Mia-Totan. Secara si Mia penggemar warna ungu, semua aja, mulai hantaran sampe taplak meja, ungu gitu. Kalo baju mah gak usah dibilang lagi. Ungu aja di mana-mana.

Udah gitu dalam pertandingan Liga Indonesia sorenya, Persik Kediri berhasil mengalahkan Persma Malang dengan skor 4-2. Tebak dong apa kostumnya Persik. Tentu saja ungu sodara-sodara.

Dan yang membuat gue tidak ragu lagi bahwa kemarin adalah hari ungu nasional, bis Primajasa Lebak Bulus-Bandung berusaha menghibur penumpang dengan memutarkan VCD-lagu... ungu. Oh Tuhan, berikanlah kesabaran pada hamba-Mu yang lemah ini. Untung abis itu gak diputerin VCD Ungu-Violet.

05 Mei 2006

227

Just find this site. It's marvelous!

Here's one for example.

How To Rehabilitate Yourself From Being Emo:

1) Burn all of your CDs, they suck.

2) Get rid of your plastic jewelry.

3) Get rid of your clothes.

4) Buy new clothes, two sizes bigger than your old clothes, and not all black. (FROM THE RIGHT SECTION! NOT CLOTHES DESIGNED FOR THE OPPOSITE SEX!)

5) Dye your hair back to its original color.

6) If you don't need glasses, stop wearing them. If you need glasses, get contacts.

7) Get rid of any hair gel, hairspray, or hair straightener that you have been using to hold your hair in your face.

8) Get some scar removal cream and put it on your wrists.

9) Stop talking to your other emo friends.

10) Tear down posters, peel off stickers, burn magazines, and give away anything else that reminds you of your old life.

11) Get rid of all of the crappy poems you wrote.

12) Make some new friends.

13) Stop crying so much.

14) Throw away your Converse All-Stars. You have at least five pairs, get rid of all of them.

15) Enjoy not being emo.

(quoted from http://how2dostuff.blogspot.com)

03 Mei 2006

226

Sangkar besi tidak merubah
burung rajawali menjadi burung nuri
Kebenaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata


Tiba-tiba inget ini. Kayanya ada yang salah ya? Betulin dong... ;)

Kirain puisi ini dari sajaknya Rendra. Kok beda ya?