30 Januari 2005

Saya beli KOMPAS Jumat kemarin, selain karena liputan khusus properti dengan head "Bisnis Properti Masih Tetap Menjanjikan" (hehe, c'mon Mr.Sweet River, ur comment pls), juga karena momen 100 hari-nya pemerintahan SBY memunculkan sejumlah artikel menarik. Quick skimming, dan mata gue menangkap sepenggal dari tulisan Gadis Arivia, SBY dan Pusar Perempuan.

BILA SBY menganggap pelarangan pusar perempuan justru dimaksudkan untuk melindungi kaum perempuan, ia salah besar. Pendekatan pusar perempuan SBY bukan dilakukan dalam kerangka kerja semangat egalitarian dan HAM melainkan semangat konservatisme/kodratiah/ esensialis yang justru menguatkan peran domestikasi perempuan. Lebih gawat lagi, pencampuran tangan pemerintahan SBY terhadap pusar perempuan melanggar tiga prinsip pluralisme-demokrasi.

Oh, ok, gak fair menilai sebuah tulisan hanya dari paragraf ketiga terakhir. Jadi saya membaca dari awal dan menemukan sedikit benang merah. Tapi tetep aja,

That's too much. Jaka sembung!

Yes, terlalu cemen kalo seorang presiden mengurus masalah pusar, tapi menariknya ke masalah domestifikasi rasanya terlalu jauh juga.

Dalam tatanan masyarakat patriarkis, konstruksi sosial budaya atas tubuh perempuan digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan dan dominasi laki-laki atas perempuan. Dominasi ini terlihat dari sikap masyarakat yang menempatkan seksualitas perempuan sebagai pemuas hasrat seksual laki-laki. Jadi, pusar perempuan menjadi masalah, tetapi pusar laki-laki dianggap biasa
saja. Di sinilah bias jendernya.


The thing is, ada berapa banyak sih pusar laki-laki yang beredar di TV dibanding pusar perempuan. Let's do the math. Mungkin masalah SBY cuma dia menyederhanakan masalah menjadi "pusar perempuan". Mbok ya pakek kalimat yang sophisticated dikit gitu.

Pada negara yang otoriter selingkuh antara eksekutif dan legislatif sudah biasa, tetapi pada negara yang represif dan diskriminatif terhadap perempuan perselingkuhan bertambah menjadi permainan threesome; eksekutif, legislatif, dan agama satu ranjang. Dalam masyarakat plural yang mengandung semangat demokrasi, ada tiga prinsip yang menjadi acuan, yakni pemisahan antara agama dan negara, prioritas pendekatan hak dan bukan ide-ide kebaikan/moralitas tertentu, serta jaminan kebebasan ekspresi individu.

Kalau Mbak Gadis melihat masalah pusar dan ketidakberdayaan perempuan dua-duanya bermuara pada patriarkisme, gue kok tetap melihat keduanya berbeda ya. Tapi jujur aja sih, terlepas dari alirannya yang banyak, gue gak pernah utuh-utuh bisa memahami feminisme. Pertama, mungkin karena kurang banyak membaca, harus diakui ;P

Yang kedua, karena gue terlalu berjarak dari masalah kali ya? Soalnya selama ini gue gak pernah punya masalah serius dengan bias gender. Bukannya gak ada sama sekali, cuma masih pada level yang bisa gue kontrol.

(Aduh, kok tulisan ini jadi terasa tidak fokus ya? Pesan lama memang masih tetap ampuh "jangan lupa nge-save, apalagi kalo ngetik pake notepad" ;)

29 Januari 2005

Kayaknya kemaren-kemaren nih sebagian warga Blogville sempet rada senep baca komentarnya KRMT Roy Suryo tentang blog, hehe (click here if you haven't read yet). Entah nyambung atau nggak, "balasan"nya keluar di USAToday (thank's to another rani for the link).

Saya ternyata kurang gaul di dunia maya karena baru tau tentang fenomena ini ;P

Dan saya juga baru tau kalo bapak KRMT itu pernah bikin pernyataan yang asik juga, 68% data friendster adalah data palsu.

Kalo yang ini asli nggak, Pak? ;P

Friendster oh friendster... bondy kalo gak salah pernah nulis soal Friendster Bangkit Dari Kubur. Sayang gak bisa di-link. Saya waktu itu sempet curiga bahwa friendster bakal basi kalo gak ada kasus Amanda sama Ronald. Ah...

(tadi malem, gak nginep di prapanca. biasanya sih kalo nginep pasti buka friendster ;P)

27 Januari 2005

Apa Kabar?* Saya?

1. Baik-baik aja. Cuma lagi batuk gak sembuh-sembuh. *hmmm* Kecapean kali (hug! sok sibuk sekali)
2. Lagi senang, gak usah urusan sama P4D lagi. AING LAIN KAPITALIS DEUI! ;)
3. Lagi rada pusing, mo handing over hari Selasa.
4. Lagi lega. Pokonya lega aja.
5. Lagi mellow. Ini juga, pokonya mellow aja.
6. Lagi senang lagi. Besok mo hangin sama anak-anak (hehe, tunggu ceritanya aja ya Ning. itu juga gak janji)

*Ada yang nanyain gitu? *wink*
Kok, Jadi Rame Ya? Gue gak ribut-ribut soal resign, males. Di colliers aja enggak, apalagi di gedung. Tapi, yeah, mata dan telinga ada di mana-mana.

Dan akhirnya kemarin Arman—mmm, Pak Arman, he's boss and client after all—nelpon gue juga.

"Rani, saya ada sesuatu yang perlu diomongin langsung sama kamu."
"Umm... ok, saya perlu ke situ Pak?"
"Nngg... gak usah, Senin aja. Saya cuma mo klarifikasi soal isu yang beredar..."

Walah... ribet amat (ribed amad?), pakek shadow boxing segala. Ya sudah saya mah jujur aja. Gue juga gak maksud rahasia-rahasiaan apa gimana, tapi kan masalah penempatan gue di gedung adalah masalah colliers sama klien dan gue belum disuruh gimana-gimana gitu.

"Etika profesionalnya memang begitu, tapi ada etika lain yang kamu masih harus belajar."

Lha, ini kan kerja, bukannya gue harus pakek etika profesional? But he's right, 'tough. Banyak yang gue masih harus belajar.

Btw, ada yang minat sama property management? Property-related background (sipil, arsitek, TI, elektro, mesin). Able to communicate in English (written, spoken). Apa lagi ya? Mau di-OS selama setaun, hehe ;P Japri ke gue, 'kay (eh, ini pengumuman seurieus).

Still, Unsolved. Ada dua misteri dalam sistem transportasi jabotabek yang belum bisa gue pecahkan.

1. Kenapa di Bandung angkot yang kijang bisa muat 7-5 sementara di Jakarta mikrolet 6-4 aja udah desek-desekan.

2. Kenapa pijakan kaki untuk KRL ekonomi dibikin miring 450. Eh, lebih ding. 600 kali. Mungkin untuk memberi tantangan kepada penumpang ekonomi kali ya?

Btw, KRL tadi pagi gak jalan. Ada yang nyolong kabelnya. Huahahaha! Another challenge for kereta-ers ;)

Yang Tercecer... Berkunjung ke rumah badu, membaca sekilas tentang Mr.Want-To-Be-Famous. Jadi teringat AR, seorang teman. Teman? Bukan juga. Cuma kebetulan jalan hidup gue dan dia pernah bersinggungan di satu titik.

Satu ruang, waktu: LFM, 2000.

Dan gara-gara serangkaian publikasi penerimaan cakru (yang bikin sekarang udah jadi headwriter, btw), dia bertanya apa LFM bisa bikin dia jadi terkenal. Well, sebenarnya bisa aja, but not in the way he wants ;)

Banyak yang tercecer dari penerimaan cakru 2000 itu. Ada yang jadi cakru di banyak unit dan sempet kita curigain intel, ada yang sekarang udah jadi entertainer dan bisa diliat di Trans TV setiap hari senin jam 21.00.

Senja. Time of my days? Can't really tell. Gue tidak menyukai salah satu di antara pagi atau siang atau sore atau malam lebih dari yang lainnya.

Unless it's specified.

Pagi hari di Ciumbuleuit. Secangkir kopi, sebuah novel. Matahari mengintip sayup di sela tirai warna salem.

Siang hari kamar gue. Tidur siang ditemani angin sepoi-sepoi dan jazz dari ARH (ini jaman SMA, btw).

Senja di LFM. Menyeruput teh bikinan cakru, nonton anak-anak main bola.

Tapi ternyata... memandang senja dari dalam kereta asik juga. Hehe, ke mana aja selama ini? (ini pertanyaan retorik, tapi jawabannya: baca koran, baca novel, tidur, atau kebetulan aja duduknya menghadap ke timur dan bukan ke barat ;P pamaeh yak?)

23 Januari 2005

Senangnya libur tiga hari :)

Kemaren sih udah ingkig dari rumah (ingkig=cabut, tapi enakan ingkig ah). Udah lari-lari di stasiun ngeliat KRL masih ada. Dan ternyata KRL bukannya belum berangkat tapi emang gak jalan.

That's the first sign that I shouldn't go anywhere yesterday. Lagian niatnya cuma ke dokter gigi doang, what a waste--kalo saja I don't have this dental situation. Abis itu paling ke gedung, just checking apakah semalam hujan dan apakah semua baik-baik saja dan apakah orangnya Bu Yosi jadi kerja. Abis itu masih bingung: Mangga Dua? Roxy? Blok M?

Tapi lagi gak punya duit! That's the second sign.

Akhirnya keretanya datang juga. Penuh banget dong, KRL gak jalan gitu.

And somewhere between Rawabuntu and Sudimara, my dentist called.

"Mbak Rani, tadi saya dapet telpon dari klinik. Katanya mati lampu."

That's THE THIRD ABSOLUTE SIGN ;P

Dapet SMS ini tadi malem.
22.01.2005 23:05
+62813xxxxxxxx
Hoy, gile
abis.....Lg kumpul
nih...ada rame
deh....pa kabar
yg laen....kumpul
yuk...angkatan 97
Puspiptek.Dah
lama nih.(Ardi C S)


Dan gue membukanya jam tiga pagi ;P
Di YM ada Ade, tapi idle. Gue buzz juga gak nyaut.
Ya sudah, hayu-lah kalo mo ngumpul. EO-nya mana nih. Riiin! (I guess I have to logout then to keep the phoneline free. Ya...dua jam lagi-lah ;)

Eh, baru inget gue pingin nanya apa. Adakah yang tau, National Geographic sama Discovery Channel ada DVD bajakannya gak sih? Atau ada yang mau minjemin gue? ;P
tea, tea and coffee
helps to start the day
tea, tea and coffee
shake it all the way
city's alive, and surprise, so am i
tea, tea and coffee
got no sleep today

(Blur. You're So Great)

21 Januari 2005

God's will or nature's will? Pertama kepikiran gara-gara tulisan ini. Dan lalu beberapa tulisan lain. Entah kenapa seolah-olah ada yang gak klop antara penjelasan sains dan agama.

Kaum agamawan berkali-kali mengingatkan bahwa bencana ini adalah cobaan. Atau azab. Tuhan sedang murka. Indonesia sedang dihukum. Rakyat Aceh sedang dimuliakan dengan diangkat ke sisi-Nya.

Kaum saintis berusaha menjelaskan bahwa gempa disebabkan oleh ini-itu, tsunami disebabkan oleh ini-itu. It's totally natural.

Ah, wacana usang! Mempertentangkan sains dan agama.

Jadi teringat kata-kata bijaknya Teh Fani beberapa tahun yang lalu ketika saya lagi ngidam es krim coklat sesudah telat 1 jam ikut ujian AB (aduh, ini detail gak penting ya?) "Allah tidak akan mengingkari sunatullah-Nya sendiri."

Dan saya membayangkan sebuah semesta yang di-konsep Allah jutaan tahun yang lalu, sebuah sistem bumi yang demikian kompleks, pergerakan berskala sekian centimeter per tahun. Dan kenapa di Aceh, saat ini, komponen-komponen sistem yang kompleks itu bersinergi menghasilkan bencana mahadahsyat?

Wa... gak gampang menggarisbawahi apa yang gue pikirin (gak gampang? ctrl-U aja ran! hehe). Soalnya frame berpikir gue udah begini sih.

Bahwa gue percaya Tuhan, dan gue percaya bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak-Nya (mau coba-coba nebak maksud-Nya, silakan), dan hukum-hukum alam (sunatullah) adalah mekanisme yang Dia pakai dan Dia tidak akan melanggar hukum yang diciptakan-Nya sendiri.

Dan barusan, yusuf ngasih saya link ini.
Ariel. Iseng banget hari ini di kantor nonton infotainment dan ada gosip tentang Ariel Peter Pan. (Hehe, gue gak ikutan ah. Susah bener nyari gosip versi online. Coba liat di sini)

Pingin ketawa aja inget malem minggu kemaren. Girl talk at Ririn's and there we were, girls at the age of 25 talking about the eligible brondong of the year :D

Jakarta Jangan Banjir-lah Euy... Tadi malem pintu air Manggarai nyampe 950 cm, siaga I. Tadi sih udah turun lagi, 850 cm, siaga III. Tapi abis itu sempet ujan angin lagi, ga tau deh. Mesti manteng Metro TV nih*. Kalo Manggarai ampe dibuka, Ring I kena tuh. Gawat!

Re-quote badu, mungkin Tuhan lagi ngulik EPA-Net ;P

Kalo kita percaya apapun yang dikasih Tuhan adalah yang terbaik, berguna gak sih minta supaya jangan banjir, jangan gempa bumi, jangan tsunami...?
________________________
*Waktu gue upload ini, Manggarai 795 cm, masih Siaga III.

17 Januari 2005

Dear Mbah Singo, terima kasih untuk turut berdukanya, tapi kayanya Mbah Singo salah liat deh. Coba liat di sini.

Btw, Bambang Setiadi dari Jurusan Komputer itu Kang 'Beng ya?

What Have I Done? Bermula dari sebuah posting di blog-nya Tining. Di dunia nyata, Ar itu bukan cuma temen dan tetangga gue tapi nyokapnya juga temen sekantor nyokap gue. Jadi pada suatu hari secara kasual (ini istilah yang dipake Adit dan nurut gue cukup kasual untuk dipake) gue cerita sama nyokap kalo Ar mo nikah pertengahan taun inilah. Trus nyokap gue nanya dong ke nyokapnya Ar. Dan nyokapnya Ar nanya ke Ar-nya yang kemudian menjawab dengan kasual juga, "Orang lagi becanda sama Tining."

Hehe, seriously Ning, kalo lo chat sama dia lagi, bilangin gue minta maaf if I actually messed something up ;P Ga maksud.

Btw, Ning, gue dah liat frenster-nya (hiks hiks...hari gene masih buka frenster?). Hwaa...! Bacaannya benar-benar berat.
Koneksi Dudul! (Kuneksi Dodol?) Dari tadi malam, apa dari malam sabtu ya, mau online ga masuk-masuk. Line penuh kayanya, dudul sekali. Akhirnya karena butuh ngecek sesuatu, konek pake telkomnet. Siaul, malah lebih nyebelin lagi. Udah mah lambat, trus ujug-ujug NAV-nya aktif ngecek outgoing mail. Padahal gue buka email satupun juga belum. *aaargh!* Gue mo pasang Kaspersky keberatan kayanya. Tau deh, pusing. Mudah-mudahan aja ada yang sadar dan DC biar gue bisa masuk. Hehe, I know, gue juga suka jahat online berjam-jam padahal ditinggal-tinggal. Dengan koneksi terbatas gini prinsip homo homini lupus terpaksa diterapkan.

Buat SMS. Aduh, gimana ya? Gue jadi cemas nih. Lo gak pa-pa? Baek-baek aja? Ugh! Stupid question! I'll figure out something, ok?

Pop-sci. Susah ternyata nulis "tulisan ilmiah populer". Yang pertama gagal total sampe gak gue link lagi. Yang ini mudah-mudahan lebih bagusan. Subsidi BBM dan Pencemaran Udara, sound smart enough, eh ;P Tapi hipotesisnya gagal euy. Jadi yang tadinya kesimpulan gue gak mau sampe MRT, tapi karena ujungnya jadi wagu, ya sudah terpaksa gue tulis. Soalnya kalo MRT dah beyond me sebenarnya.

Wilujeng Jatukrami. Ngiring bingah ka Neng Iema sareng A'Wian-na nu ngalangsungkeun akad nikah Ahad enjing kamari. Mugi-mugi janten kulawarga sakinah mawadah warohmah :)

14 Januari 2005

Kemarin adalah hari yang penuh sekali dan lucu sekali. Selera humor Tuhan memang HEBAT!

Selera humor gue dan cowo penghibur, a good ol' friend o'mine, juga tidak buruk kayanya. Had an evening full of laughter, tepatnya, laughing at each other. Hey, after my lil' confession last night I think I have the authority to tell u this: Kalem aja pal! Patah hati gak selamanya kok. Huahahahaha!

13 Januari 2005

Hit and run and then I'll hit you again
I'm a smartass but I'm playing dumb.

I have no belief
But I believe
I'm a walking contradiction

(Green Day. Walking Contradiction)

Oyag. Bahasa Indonesia-nya apa ya? Goyah kali. Titik ekuilibrium-nya berubah jadi butuh proses untuk mencapai ekuilibrium baru. And so little time so much to do, or so much to do but I'm confused... ;)

Kolektivisme. Nyadar gak, sejak sekolah sampe kuliah kita cenderung melakukan sesuatu bersama-sama. "Les Inggris yuk!" atau "Ngambil Soskom yuk!" Paling jauh, "Apply ke XYZ yuk!" Tapi gak bisa yak, "Resign yuk!"

Atau gue aja ya? ;P

Bongkaran di Bongkaran. Tidakkah itu semacam pleonasme tindakan. Membongkar yang sudah dibongkar?

Akhirnya rumah-rumah liar, gubuk, tenda, dan Rumah Disko Dewa Mabuk di sepanjang rel deket Stasiun Tanah Abang itu dibongkar juga. Ngeliat sendiri sama ngeliat di TV beda ya?

Kerah-Putih-Jakarta. Ngerasain bersentuhan dengan kehidupan kaum kerah putih Jakarta. Not the highest sih. Thirty something. Soluna baru. Ponsel medium-end (tapi gaya). Komisi 15%. Talking business over the phone in the middle of traffic jam ("Lo tertarik gak? Kalo mau gue ke situ sekalian liat bayi lo.")

Hey, bukannya lo liat tiap hari di Sudirman Express? (Haha! Sudirman Express itu menampung orang-orang kerah putih beneran dan orang-orang kaya gue yang berstatus kerah putih tapi gaji kerah biru. Yea...gak juga sih. Putih kebiru-biruan deh)

Anyway, posting ini sebenarnya bisa dijudulin Gue Jadi Joki Three-in-One ;)

09 Januari 2005

Buat menjawab penasaran dan atau narsisme, hehe. Klik di sini.

FYI, skor blog ini:
Marketing
Design
Accessibility
Experience
Average
: 6.0
: 9.0
: 6.2
: 7.7
: 6.8


And I actually violate British law.


British legal requirement



All pages were found in violation of the the current W3C Web Content Accessibility Guidelines.

This website is probably unlawful in Britain from the 1st October 2004. The British Disability Discrimination Act makes it unlawful to discriminate against a disabled person by refusing to provide any service provided to members of the public - including websites.

08 Januari 2005

Whenever I'm alone with you,
you make me feel like I am fun again

However far away,
I will always love you,
However long I stay,
I will always love you...


Eh, itu lagunya The Cure kan ya? Maksudnya The Cure aja atau ada yang pernah bawain juga? Morissey gitu? Enggak ah. (Gak penting ya? Kebetulan tadi siang dengerin lagu itu. Always love that song.)

Siang yang penuh, tapi hampir semua target yang pingin dikerjain tercapai. Well, yeah almost. Ngitung service charge buat Senin belum memuaskan sih (salah sendiri ngasih kerjaan Jumat, lha gue baru dapet datanya Jumat siang gitu).

Eh, kalo lo lagi makan terus tau-tau ada orang yang langsung duduk di depan lo tanpa basa-basi (at an unlikely place, resto dengan meja individual dan bukan kantin dengan meja-meja panjang), kira-kira maksudnya apa ya?
1. Orang itu mungkin kehabisan tempat duduk
2. Orang itu mungkin mengira lo temennya, tapi ternyata bukan tapi udah terlanjur tengsin
3. Orang itu mungkin agen rahasia dan meja itu tempat rendesvouz-nya

Nah, tadi siang pas lagi makan tau-tau ada cewek duduk di meja gue.

Kemungkinan 1, ditolak karena jelas-jelas masih banyak tempat duduk kosong.

Kemungkinan 2, ditolak karena orang tengsin biasanya cabut, bukannya stay.

Kemungkinan 3, mmm... Setelah duduk, tu cewek naro sebuah kantong plastik dan ngeluarin berkas-berkas pajak (beneran!). Trus tau-tau dia berdiri. "Nitip ya Mbak," trus ngeloyor gitu aja. Naa kan, kemungkinan ketiga, jangan-jangan kantong plastik itu isinya... minidisk? mikrofilm? (eh, barang ini masih musim gak sih dalam per-spionase-an? gue udah gak update neeh) detonator bom?

Trus cewek itu balik. Duduk sebentar, terus berdiri lagi, minjem korek ke mas-mas di counter sebelah. Terus mulai menyalakan rokoknya. Ternyata... gue gak notice bahwa semua tempat duduk di luar (including di belakang gue yang tadinya gue kira kosong) ternyata isi. Sementara di dalem tuh no smoking area.

So she just simply need a place to smoke ;P

Anyway, Piala Tiger, sedih euy Indonesia kalah 1-3. Kayaknya beban mental mesti menang deh. Defense-nya jelek banget (atau defense-nya Singapur yang bagus yak?)

Tapi ada kejadian menarik di menit ke-dua puluh sekian. Ceritanya Boas Salossa lagi bawa bola trus di-tackle pemain Singapur entah siapa. Dia (Boas maksudnya) masih menggiring bola beberapa langkah lalu terus terguling dan mengaduh kesakitan. Pas dia lagi in pain gitu, tiba-tiba keluar tulisan di layar TV, "Nyeri Otot?"

Hehe, itu iklannya yang klairvoyans apa emang keluar tiap ada pemain yang cedera sih? Sori Boas, tidak bermaksud menertawakan penderitaanmu.

Akhirnya, saya memutuskan untuk meng-upload tulisan ini. As I mention in the footnote, itu pesenannya PTTF setaun yang lalu. Kenapa segitu lama, abis gak di-deadline sih (hehe, alasan banget!) Cuma daripada keburu basi, ya sudah saya upload saja. Hehe, kesannya tulisan gue yang lain update gitu.

Well, have a nice weekend ev'ryone!

06 Januari 2005

Kemaren pagi, lagi siap-siap mo ke kantor dan seperti biasa kepala gue sok chaos mikir gue-mo-ngapain-hari-ini-besok-ntar-sabtu-bulan-depan-kalo-ke-bandung (such thing like that), tiba-tiba aja gue inget Neng Iema (inget posting ini?)

Mellow.

Gitu aja out of nowhere.

Bukan, bukan karena gue sampe sekarang masi jomblo aja *hehe* Kalo dipikir-pikir sih ini perasaan mirip sama perasaan gue waktu Mas Gid mo nikah.

PS: Tining, chr**** di blog lo sama dengan chr**** di kepala gue kan? Let say teman sekampus gue (hihi, susah bener nyebut nama). darn! rani ke mana aja? ;)
Kemaren berita gembira, sekarang berita sedih. Dari slam di friendster:

Innalillahi wainnailaihi rojiun...
Berikut teman2 ITB yang meninggal di aceh:
1. Fachrudin ( geodesi '97 ITB, alias bang udin )
2. Khairul ( planologi '97 ITB, abang dari Malikul Ihsan (FT '98) )

Kalo ada info tentang teman2 dekat qta tolong ditambah lagi di list ini.

Smoga tmn2 qta yg meninggal dpt diterima disisi-Nya, dan yg ditinggalkan diberi ketabahan.
Amin...


Actually, saya gak kenal mereka berdua (padahal sama-sama '97). Tapi mungkin yang mampir sini ada yang kenal (Novi, mungkin?), so... Yang jelas, turut berduka cita.

04 Januari 2005

Tulisannya Karlina Supelli di KOMPAS kemaren,

Inilah masalah kita. Kita terpukau tindakan karitatif sesaat, tetapi enggan berjerih payah memikirkan gaya hidup yang kian melenyapkan common sense publik kita. Gaya hidup yang terus direplikasi televisi nasional, industri periklanan, dan gemerlap mal. Kita tenggelam dalam kelupaan bahwa kasihan semata tidak pernah cukup untuk membangkitkan komitmen yang diperlukan agar kesengsaraan berkurang. Memberi uang sepuluh juta untuk dihabiskan dalam waktu setengah jam karena kasihan dan ingin menghibur orang miskin tidak akan mengurangi kemiskinan. Malah menyeret orang miskin tergagap mencecap gaya hidup konsumeristik.

03 Januari 2005

Alhamdulillah. Baru dapet kabar dari milis LFM kalo Heldi FT'94 dan keluarganya selamat (I suppose that also means his wife and new born baby). Begitu juga keluarga Ryan Lubis SI'98 di Banda Aceh.

Jadi teringat teman yang lain. Apa kabarnya Tasrul Hadi yang gosipnya sudah jadi GAM ya?

MetroTV buka Posko Informasi Keluarga untuk mereka yang nyari anggota keluarganya yang ilang. Mereka memutar ulang hasil liputan Metro di Aceh. I think that's great. Kita mungkin udah cape ngeliat liputan-liputan itu, tapi buat mereka, mungkin bisa menolong. Hopefully.

01 Januari 2005

GaneshaTV idup lagi. Coba liat di sini. Ah, masa-masa itu :)
Tadi malem gak ujan ya? Berarti doa saya gak terkabul dong. Kalah sama doa orang-orang yang menganggap malam taun baru sebagai sesuatu yang penting ;P

All I want was just...terbangun jam setengah lima pagi saat di luar ujan secukupnya, solat subuh, terus tidur berselimut lagi sampe jam sepuluh pagi.

Percakapan imajiner antara dua orang teman imajiner.

"Jangan jatuh cinta sama sahabat lo sendiri."
"'Napa emang?"
"Because you know him. You know his whole life. Lo tau dia selalu jatuh cinta sama seorang cewek sempurna dan cewek itu gak peduli sama dia dan lalu sesuatu yang heroik terjadi dan boom, they're in love."
"Hey! Nonton film-filmnya Jennifer Love Hewitt dong! Dia akan nyadar bahwa cewek sempurna itu bukan buat dia dan dia akan nyadar bahwa dia sesungguhnya sayang sama gue, sahabatnya."
"Wah, elo belum baca Gege Mengejar Cinta ya?"


Segitu aja review saya untuk novel Gege Mengejar Cinta ;) Saya tidak akan merekomendasikan untuk membaca atau tidak membaca novel ini. It depends on how much u can stand Adhitya Mulya lengkap dengan catatan-catatan kaki dan kegaringan tiga bahasanya (btw, sayah kalo ngomong tidak eksesif 'h' gituh kan yah?).

Eh, tapi kalo emang ada mah baca aja ding. Doesn't take much time kok. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam (sejak beli! which is masih mencakup kegiatan-kegiatan seperti perjalanan pulang, browsing pengumuman cpns, chatting, mandi, makan, tidur, memasak, maen drug lord, dan...apa lagi ya?) gue sudah baca satu setengah kali.