28 Maret 2005

Jumat Sore. Jumat sore kemaren, di Salman ketemu Mang Somad. Di gerbang ketemu Wildan. Di LFM ketemu Diah. Di GTV ketemu Athun, Hendi, Aryo.

What is it? 2002? ;P

Mainstream vs. Bukan Mainstream. Dapet SMS dari seorang teman:
Gw lg ntn Eksklusif Sheila on 7 nih.Tyt gwlbh suka band ini drpd Peterpan.
Beberapa jam sebelumnya dalam obrolan dengan teman yang lain, dia cerita soal seorang temannya (damn! I used the word "teman" too much nih).

+ "Eh, lo masih mau temenan sama gue gak kalo gue buka jilbab?"
- "Kenapa gitu?"
+ "Soalnya di lingkungan gue yang dulu pake jilbab itu bukan mainstream. Sekarang udah banyak yang pake jilbab dan gue gak mau ngikutin mainstream."

Hehe, jangan-jangan Sheila on 7 dan Peterpan juga adalah tentang mainstream dan bukan mainstream ;P

Mellow. Pagi ini kok mellow ya? Barusan buka frenster dan si abang yang satu itu sudah pergi (padahal saya pingin nge-save foto-fotonya, bagus). *glk*

25 Maret 2005

Mana ya yang lebih berperan ngacoin gue hari ini: ujan atau kelemotan? Tadinya dah mau turun di warnet ujung pasteur gitu taunya ngliat parit dalam buanget dan... kelewatlah warnet-nya. Di mana-mana ujan (jelas...) dan di mana-mana banjir. Gu*bl*k!

Sekarang lagi di warnet depan BIP. Sempet dodol juga. Tanggunglah ngabisin 4000 tinggal 5 menit lagi. Abis ini ujan-ujanan lagi ke... GTV? *lieur*

23 Maret 2005

Bandung dingiiin... Gue lagi berjaket nih, padahal kantor gue gak ber-AC (hehe, jadi keingetan kalo di Sarjay orang2 indosat pasti udah pada nelpon minta AC-nya dinaekin).

Diriku menulis tentang ulang taun juga, padahal siapa gitu yang protes kalo gue menulis hal-hal yang gak berhubungan sama ulang taun gue, kalo gue secara kasual mem-posting soal BBM atau Sophia Latjuba misalnyah ;p

Di bis Jakarta-Bandung, minggu sore kemarin (biasalah, di tengah suasana melankolis perjalanan-sendirian dan diputerin VCD Peterpan pula), gue baru nyadar bahwa gue menunggu-nunggu ulang taun gue cuma karena satu hal. Dan lalu terbukti bahwa satu hal itu tidak terjadi. Huahahaha, kuacian deh gue *grin*

Anyway, makasih ya buat yang udah ngucapin selamat ulang taun. Thank u for all the wishes :)

Ini ulang taun dengan perasaan gak keruan (terlepas dari paragraf dua di atas, hehe). Mungkin kalo gue, Mia, dan Ira boleh minta satu birthday wish, wish-nya bakalan... hmm... apa ya? *blank* Guess we don't really know what we want anymore, as what we scare most already happen. God, You really have written the greatest scenario upthere.

Wiken ini gak pulang kali ya. Capek juga ternyata. Tapi gak tau deh kalo tiba-tiba pingin pulang ;P

17 Maret 2005

Ayo jalan lagi!
Lampu-lampu sudah dimatikan dan baju operasi sudah ditanggalkan
Bukan waktunya lagi berlarat-larat

Ini bukan hidup kamu
Kamu hanya penonton dalam kegelapan
Pendaras doa dalam kepedihan

Tapi tidak semudah dan sesederhana itu kan?

(Juga buat seorang teman yang sedang resah: "Hey, mata kamu lelah pal! Take care ya!")

15 Maret 2005

Tadi pagi (atau malam dua hari yang lalu?) adalah sepenggal deja vu tentang sore di sudirman, hujan rintik-rintik, kereta yang terlambat, dan sebatang rokok yang nampaknya akan begitu klop dengan suasana. Kejeprutan ini bukan tentang saya tapi, yes, ini hari-hari berat.

buat edo, ifan, hamdan, bondy: MAKASIH!

Your beauty took my breath away,
in awe all day,
your company was so relaxing,
easy going ways,
we saw the first signs of summer and springtime change,
walking barefoot along the sand,
i hadn't planned to stay

yeah we've been walking barefoot
all summer
it'll be sad my friend
to see it come to an end
why can't we just quit

(Ash. Walking Barefoot)

PS: Lagu ini juga buat Mas Abang Sporty ("Siapa sih yang gak ngecengin Mas Wildaan?") siapa tau butuh theme song

13 Maret 2005

...

“Ada sebuah mobil menerjangnya. Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Shock! masih terbayang ketika tubuh Hendra terseret beberapa meter oleh mobil jahanam itu. Aku pikir dia mati.

“Kamu tahu apa yang dikatakannya ketika siuman dari pingsan selama satu malam?”

Toni menggeleng cepat. Dia seperti menanti kelanjutan ceritanya. Roy memang paling ahli kalau sudah mendramatisir sebuah cerita, sehingga orang-orang yang mendengarnya akan larut terbawa arus cerita.

“’Di mana ini? Di surga?’ katanya sambil menahan sakit. Aku bilang, ‘Di neraka! Nggak bakalan deh, surga mau nampung orang macem kamu!’ ledekku lagi. Dia hanya meringis ketika mendengar suaraku.

“’Kamu licik, Roy!’ makinya padaku. ‘Kenapa nggak kasih tahu ada mobil waktu itu? Cewek sialan!’ makinya lagi kepada cewek-cewek yang kami gombalin waktu itu.

“’Heh, mereka ada di sini,’ bisikku sambil menunjuk ke arah pintu. Cewek-cewek itu loyalitasnya tinggi juga. Padahal kenal aja belum. Baru maen mata di jalan doang. Tapi cewek-cewek itu memang sangat menyesal karena merasa terlibat dengan kecelakaan itu.

“Lalu ketika dia menyadari ada sesuatu yang ganjil dengan kondisi tubuhnya, sedikit pun kami tidak mendengar suara tangis, penyesalan, atau keputusasaannya.”

“Kenapa dia, Roy?”

“Tangan kirinya diamputasi sampai ke sikut. Semua orang yang sedang menunggunya begitu tegang dan bingung harus berbicara apa kepadanya nanti. Tapi apa katanya ketika melihat tangan kirinya yang sudah buntung?”

“’Cuman ini?’ katanya memegangi tangan kirinya. Sedikit pun tidak terlukis pada wajahnya rasa keputusasaan! Lalu apa komentarnya lagi? ‘Ah, ini aku anggap seperti kehilangan daging beberapa kilo saja. Malahan aku bersyukur, karena aku hanya bisa berbuat dosa dengan satu tangan saja.’

...


(Gola Gong. Balada Si Roy: Happy New Year!)

10 Maret 2005

Kagok edan. Ini istilah udah lama gak gue denger trus tau-tau gue temuin lagi dipakek sama ucup (apakah ini indikasi keberhasilan IMG menyundakan semua kameradnya?).

Akhir-akhir ini kondisi dan perasaan lagi gitu. Kagok edan!

06 Maret 2005


Entah sejak kapan lilin menjadi lambang harapan. Kalo gak salah, di kultur Cina lilin melambangkan kehidupan. Di agama Kristiani juga ada ritual menyalakan lilin. Anehnya di acara ulang taun, si anak yang berulang taun-nya malah disuruh niup lilin ;P

Penutupan OSKM, pakek lilin. Di "Pay It Forward" (setidaknya di bukunya secara gue blom nonton filmnya), pakek lilin juga. Kemaren ada beberapa website untuk "menyalakan lilin" buat korban tsunami.

Mungkin terinspirasi kalimat ini ya?
"It's better to light a candle than to curse the darkness."
(Eleanor Roosevelt. 1884-1962)
Jadi, gue akan menyalakan sebatang lilin hari ini.

Buat Ririn, cepet sembuh ya...

05 Maret 2005

So, akhirnya...
Bandung, it is
Berharap sangat, satu taun udah bikin gue lebih dewasa.