Saya copy-paste dari sebuah milis.
-----Original Message-----
From: Hendry
Sent: 31 Desember 2004 9:48
Subject: FW: Fwd: Relawan penterjemah bantuan medis untuk Aceh
TOLONG BANGET YA, DISEBARKAN.
TRIMS SEBELUMNYA.
Begin forwarded message:
PMI memerlukan relawan untuk membantu dokter-dokter asing yang akan datang
dari berbagai negara dalam berkomunikasi dengan para korban. Dalam pikiran
saya, tugas relawan itu menjembatani komunikasi dan
membantu mengurus logistik medis. Diperlukan yang bisa bahasa Inggris.
Bila mengerti soal medis akan lebih baik.
Kirimkan CV anda ibu Rina melalui fax 7995188 atau ke dokter Yuliati Aceh
memerlukan banyak relawan untuk membantu mereka. Ini mengingat
keletihan/kebingungan/stress/yang mereka hadapi begitu besar.
Saya pikir PMI cukup terorganisir untuk kegiatan ini. Mohon
disebarluaskan.
Salam,
Poriaman Sitanggang
31 Desember 2004
29 Desember 2004
Where were you? Where were you when a tragedy happened?
Inget gak lo lagi ada di mana-lagi ngapain-sama siapa ketika pesawat nabrak WTC? Ketika bom meledak di Legian? Di Mariott? Di Kuningan? Ketika gempa di Nabire?
Ketika ribuan orang sepanjang pesisir Samudera Indonesia lantak oleh gempa dan tsunami? Gue lagi di rumah, tapi lagi ngapainnya nggak inget persis. Yang jelas rumah saya lagi penuh orang waktu itu. Sodara-sodara lagi pada ngumpul, arisan keluarga. Jadi mungkin gue lagi makan pagi, atau lagi maen sama Ciki, atau lagi nonton Lion King. Baru tau siangnya, sekitar jam satu-an.
Dan saat itu ribuan orang sudah kehilangan orang-orang tercintanya.
Entah karena ada bencana, mungkin juga karena sebuah posting-nya Imponk, saya jadi inget salah satu tulisannya Emha Ainun Nadjib. Sayang saya lupa bukunya Cak Nun yang mana, apalagi kutipan persisnya. Tapi kira-kira gini.
Bencana itu bisa jadi cobaan, peringatan, atau hukuman dari Allah SWT. Kalau ternyata cobaan, saya bersyukur, berarti Allah menganggap saya hamba yang cukup berprestasi. Kalo biasa-biasa aja kan gak mungkin dikasih cobaan. Kalau ternyata peringatan, malah lebih bersyukur. Berarti Allah masih sayang sama saya dan tidak mau saya terjerumus. Kalau ternyata hukuman, lebih bersyukur lagi. Karena setiap manusia pasti punya banyak dosa dan tidak selalu dapet kesempatan untuk membersihkan diri.
So, where were You? Where were we?
PS: Please stop by here, see if there's something to do.
Inget gak lo lagi ada di mana-lagi ngapain-sama siapa ketika pesawat nabrak WTC? Ketika bom meledak di Legian? Di Mariott? Di Kuningan? Ketika gempa di Nabire?
Ketika ribuan orang sepanjang pesisir Samudera Indonesia lantak oleh gempa dan tsunami? Gue lagi di rumah, tapi lagi ngapainnya nggak inget persis. Yang jelas rumah saya lagi penuh orang waktu itu. Sodara-sodara lagi pada ngumpul, arisan keluarga. Jadi mungkin gue lagi makan pagi, atau lagi maen sama Ciki, atau lagi nonton Lion King. Baru tau siangnya, sekitar jam satu-an.
Dan saat itu ribuan orang sudah kehilangan orang-orang tercintanya.
Entah karena ada bencana, mungkin juga karena sebuah posting-nya Imponk, saya jadi inget salah satu tulisannya Emha Ainun Nadjib. Sayang saya lupa bukunya Cak Nun yang mana, apalagi kutipan persisnya. Tapi kira-kira gini.
Bencana itu bisa jadi cobaan, peringatan, atau hukuman dari Allah SWT. Kalau ternyata cobaan, saya bersyukur, berarti Allah menganggap saya hamba yang cukup berprestasi. Kalo biasa-biasa aja kan gak mungkin dikasih cobaan. Kalau ternyata peringatan, malah lebih bersyukur. Berarti Allah masih sayang sama saya dan tidak mau saya terjerumus. Kalau ternyata hukuman, lebih bersyukur lagi. Karena setiap manusia pasti punya banyak dosa dan tidak selalu dapet kesempatan untuk membersihkan diri.
So, where were You? Where were we?
PS: Please stop by here, see if there's something to do.
28 Desember 2004
23 Desember 2004
Lama-lama enek juga dengerin Peter Pan. Cukuplah menyiksa dirinya. Sekarang, Hail to The Thief--lho, kok makin depressing? ;P Sabtu kemarin mau nitip kopiin Lightning Seeds ke Bokut, salah bawa CD. Skarang kok lagi pingin dengerin Morissey ya? budi van timbuktu, CD gue masih di elu-kah?
Tadi siang keluyuran di blogville, ketemu temen-temen lama juga. Ada juga seseorang-nya seseorang. Whuaduh! Ini gak penting banget.
Di dunia nyata, Senin sore kemarin ketemu Dandi. Ngobrol ke mana-mana dan akhirnya nyangkut ke Deden. Waduh, terakhir ngemail sih gue masih nebeng mejanya Pak Zainul di Bandung (tentu kalimat gue ke Dandi gak begitu, tapi "Udah setaunan lebih gak email-an.") Ternyata Dandi masih sering telponan. Katanya sih dia sekarang ngajar SMA negeri di Bogor. Ya sudah, senang mendengar dia baik-baik saja.
Hey, Barry Egan! Gue sudah nonton Punch Drunk Love. Gue tunggu blog-nya di-launching ;)
Tadi siang keluyuran di blogville, ketemu temen-temen lama juga. Ada juga seseorang-nya seseorang. Whuaduh! Ini gak penting banget.
Di dunia nyata, Senin sore kemarin ketemu Dandi. Ngobrol ke mana-mana dan akhirnya nyangkut ke Deden. Waduh, terakhir ngemail sih gue masih nebeng mejanya Pak Zainul di Bandung (tentu kalimat gue ke Dandi gak begitu, tapi "Udah setaunan lebih gak email-an.") Ternyata Dandi masih sering telponan. Katanya sih dia sekarang ngajar SMA negeri di Bogor. Ya sudah, senang mendengar dia baik-baik saja.
Hey, Barry Egan! Gue sudah nonton Punch Drunk Love. Gue tunggu blog-nya di-launching ;)
19 Desember 2004
Pesannya sali di shoutbox sedikit mencubit saya. Aayyy...gue sudah lama gak sharing soal lingkungan ya. Padahal sih gak usah jauh-jauh. Tiap pagi liat kali di tanah abang kotor dan penuh busa. Tiap sore liat api nyala di pembuangan sampah daerah palmerah(?) situ.
Kalo online, suka-suka buka WorldChanging tapi udah setaunan gak buka TerraNet dan buka Pelangi cuma pas mau interviu doang. Itu namanya think globally act nothing (not even think locally).
Masalahnya, seperti yang disampaikan Nura ke gue, you can't write something you don't know. Dan saya sungguh tidak banyak tau soal "demo petani menuntut ditutupnya pabrik akua" itu. Cuma sekilas denger di TV dan baca di koran. Itupun cuma selintas.
Tapi jadi pingin nulis juga. Coba liat di sini. Tulisan ini subyektif dan tidak ilmiah. Mudah-mudahan abis ini badu gak bilang gue sok tau.
+ "Kamu masih di situ Ran?"
- "Yes I am, absolutely."
Kalo online, suka-suka buka WorldChanging tapi udah setaunan gak buka TerraNet dan buka Pelangi cuma pas mau interviu doang. Itu namanya think globally act nothing (not even think locally).
Masalahnya, seperti yang disampaikan Nura ke gue, you can't write something you don't know. Dan saya sungguh tidak banyak tau soal "demo petani menuntut ditutupnya pabrik akua" itu. Cuma sekilas denger di TV dan baca di koran. Itupun cuma selintas.
Tapi jadi pingin nulis juga. Coba liat di sini. Tulisan ini subyektif dan tidak ilmiah. Mudah-mudahan abis ini badu gak bilang gue sok tau.
+ "Kamu masih di situ Ran?"
- "Yes I am, absolutely."
16 Desember 2004
Tanda itu ada di mana-mana, biasanya. Tergantung lo bisa membacanya atau tidak. Tau-tau di rumah ada "KEM-Laporan Sosial dan Lingkungan 2003". Mungkin dari kemaren-kemaren dulu-dulu juga ada, tapi gue baru liat. Ya sudah, gue anggap aja itu sebagai tanda. Walopun I've made up my mind before that. Red pill it is.
Dan jadwalnya belum fix aja. Buruan dong...sebelum gue keilangan keberanian. It's a lil bit frightening to jump into that rabbit hole. Mumpung gue lagi ngerasa fit in. Biar gue pergi tidak dengan (karena?) emosi jiwa like I would do last week.
Senin gue interviu jadi pegawai negri tea. Hehe...gak tau nih ke mana waktu ngebawa gue. Mungkin gak jadi lompat ke liang kelinci juga.
Yang jelas si mesti (mulai) ngirit. Mengikuti nasihat Bapak Widi, "Rajin-rajin nabung, mumpung masih kerja di swasta." (dan juanc***k! kereta 0630 dan 0705 jadi AC dua-duanya! mosok tiap hari abis lima belas ribu buat kereta doang?)
Dan jadwalnya belum fix aja. Buruan dong...sebelum gue keilangan keberanian. It's a lil bit frightening to jump into that rabbit hole. Mumpung gue lagi ngerasa fit in. Biar gue pergi tidak dengan (karena?) emosi jiwa like I would do last week.
Senin gue interviu jadi pegawai negri tea. Hehe...gak tau nih ke mana waktu ngebawa gue. Mungkin gak jadi lompat ke liang kelinci juga.
Yang jelas si mesti (mulai) ngirit. Mengikuti nasihat Bapak Widi, "Rajin-rajin nabung, mumpung masih kerja di swasta." (dan juanc***k! kereta 0630 dan 0705 jadi AC dua-duanya! mosok tiap hari abis lima belas ribu buat kereta doang?)
14 Desember 2004
Ada saat-saat lo sedang nyaman berada bersama temen-temen lo. Bicara dengan bahasa yang sama. Berbagi dalam frekuensi yang sama. Gak (hanya) physically. Bahkan di dunia virtual seperti blogville.
3-AM-SMS. Offline message. Midnite call. Sapaan di shoutbox.
Sebuah posting lama.
Winamp gue memutar lagu yang sangat tepat. Dan seperti imaji yang berkeliaran di kepala gue beberapa hari ini. Minggu tujuh pagi pondok paniisan. Anak-anak yang ramai bermain bola dan mengaku sudah mahasiswa. Joko main gitar. Kandi nyanyi.
Aaaa... aaaa...
All my bags are packed I'm ready to go
I'm standing here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
...
So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you never let me go
'Coz I'm leaving on a jet plane...
Hehe...kok jadi mellow? (padahal belum puter lagunya Delon) Gue gak mellow. Cuma kangen...
3-AM-SMS. Offline message. Midnite call. Sapaan di shoutbox.
Sebuah posting lama.
Winamp gue memutar lagu yang sangat tepat. Dan seperti imaji yang berkeliaran di kepala gue beberapa hari ini. Minggu tujuh pagi pondok paniisan. Anak-anak yang ramai bermain bola dan mengaku sudah mahasiswa. Joko main gitar. Kandi nyanyi.
Aaaa... aaaa...
All my bags are packed I'm ready to go
I'm standing here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
...
So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you never let me go
'Coz I'm leaving on a jet plane...
Hehe...kok jadi mellow? (padahal belum puter lagunya Delon) Gue gak mellow. Cuma kangen...
12 Desember 2004
Ada yang lagi ber-"urusan" sama bank? Mungkin mau buka rekening baru atau lagi dikerjain sama bank yang lama. Biasanya orang pake pertimbangan apa aja sih kalo buka rekening?
"Gue sih nyari yang ada ATM-nya di kantor aja."
"Cari bank yang tanpa riba, sesuai syariah."
"Yang deket rumah."
"Yang sama sama rekening kantor." (biar transfer gaji gak telat-telat ;P
"Yang bunganya gede."
"Yang banyak hadiahnya."
Bukan promosi nih, tapi kalo pingin buka rekening di bank yang ramah lingkungan, coba klik di sini.
"Gue sih nyari yang ada ATM-nya di kantor aja."
"Cari bank yang tanpa riba, sesuai syariah."
"Yang deket rumah."
"Yang sama sama rekening kantor." (biar transfer gaji gak telat-telat ;P
"Yang bunganya gede."
"Yang banyak hadiahnya."
Bukan promosi nih, tapi kalo pingin buka rekening di bank yang ramah lingkungan, coba klik di sini.
Aaahhh...senangnya minggu pagi :) Minggu siang sih. Tapi karena saya baru bangun, baru mandi, dan lagi ngopi, so it's Sunday morning whether you like it or not ;P
Tadi malam, saya baru tau pas online kalo Harry Roesli meninggal. Saya gak kenal beliau. Kadang-kadang juga gak terlalu suka kalau dia sudah mulai terlalu sarkas. Tapi kok ya sedih juga. Sok sedih, mungkin.
Browsing-browsing gak jelas dari tadi. Nyasar ke blog-nya Adhit Jomblo. Beliau dan istrinya nerbitin novel baru, ternyata. Mmm...beli gak ya? Saya suka Jomblo. I think people tend to love the book or really-really hate the book. Kalo gue sih cenderung suka walopun gak untuk dimiliki (huahaha, sori Mas Adhit). Mungkin karena ceritanya sangat keitebe-itebean. Mungkin karena jayusnya luar biasa. Yang jelas sih gue ketawa-ketawa bacanya. Tapi ada juga yang sampe marah-marah, "Antropologi my @ss! Women are much more complicated than just lesbian hardcore!" (kalo ada yang kurang kerjaan buka-buka bugos lama LFM sekitar setaunan yang lalu, tolong dikoreksi kutipan ini ;P
List pemenang FFI 2004:
Gak lengkap sih... :( Abis gue nontonnya telat, dan ada yang cuma disebutin pemenangnya dan gak disuruh naik orangnya. Yang lucu, kok ada bedanya ya nominasi di situs resminya sama yang dibacain tadi malem. Eh, gak lucu sama sekali sebenarnya. Enough said!
Quote:
"Istriku, nanti malam ya!"
(Tora Sudiro setelah meraih penghargaan sebagai Best Actor)
Tadi malam, saya baru tau pas online kalo Harry Roesli meninggal. Saya gak kenal beliau. Kadang-kadang juga gak terlalu suka kalau dia sudah mulai terlalu sarkas. Tapi kok ya sedih juga. Sok sedih, mungkin.
Browsing-browsing gak jelas dari tadi. Nyasar ke blog-nya Adhit Jomblo. Beliau dan istrinya nerbitin novel baru, ternyata. Mmm...beli gak ya? Saya suka Jomblo. I think people tend to love the book or really-really hate the book. Kalo gue sih cenderung suka walopun gak untuk dimiliki (huahaha, sori Mas Adhit). Mungkin karena ceritanya sangat keitebe-itebean. Mungkin karena jayusnya luar biasa. Yang jelas sih gue ketawa-ketawa bacanya. Tapi ada juga yang sampe marah-marah, "Antropologi my @ss! Women are much more complicated than just lesbian hardcore!" (kalo ada yang kurang kerjaan buka-buka bugos lama LFM sekitar setaunan yang lalu, tolong dikoreksi kutipan ini ;P
List pemenang FFI 2004:
| Best Film
Best Director Best Actor Best Actress Best Supporting Actor Best Supporting Actress Best Cinematography Best Screenplay Best Music Score Best Editing Lifetime Achievement | : Arisan! (Kalyana Shira Film)
: Rudi Soedjarwo (AADC) : Tora Sudiro (Arisan!) : Dian Sastro (AADC) : Surya Saputra (Arisan!) : Rachel Maryam (Arisan!) : Ipung (Mengejar Matahari) : Riri Riza/Prima Rusdi (Eliana Eliana) : Melly Goeslaw/Anto Hoed (AADC) : Dewi Alibasjah (Arisan!) : Christine Hakim |
Gak lengkap sih... :( Abis gue nontonnya telat, dan ada yang cuma disebutin pemenangnya dan gak disuruh naik orangnya. Yang lucu, kok ada bedanya ya nominasi di situs resminya sama yang dibacain tadi malem. Eh, gak lucu sama sekali sebenarnya. Enough said!
Quote:
"Istriku, nanti malam ya!"
(Tora Sudiro setelah meraih penghargaan sebagai Best Actor)
11 Desember 2004
Mbak-1 : "Tau gini gue ke Carrefour aja."
Mas-1 : "Semua orang juga begitu. Makanya kalo mo naik KRL itu mesti punya indera keenam."
Mas-2 : "Emang Mentri Perhubungan siapa sih?"
Mas-3 : "Hatta Rajasa."
Mas-2 : "Huh! Ubanan gitu juga!"
Mbak-2 : "Pantat lo kok gede banget sih?"
Mas-4 : "Lho? Emangnya baru tau?"
- "Masinisnya makan gaji buta nih!"
- "Mogok kok malem-malem."
- "Pantesan panas, AC-nya dimatiin sih!"
- "Daripada lo bayar sauna mahal-mahal?"
- "Wah, kalo pagi-pagi di situ ada mi ayam."
- "Ini emang kereta Ekspres Eksekutif, disingkat...?"
- "Masinisnya gue tungguin dua jam lagi!"
- "TOLONGGG!!!"
Minggu ini capek sekali, sampe gak sempet posting (oh, really? ;P) And just what I need di tengah minggu, terjebak di kereta yang mogok gak jauh dari Palmerah. Males banget gak sih? Dan itu KRL bisnis yang pintunya ditutup gituh. Grafik temperatur cenderung konstan di titik "gerah banget!" dan grafik kebauan akibat keringat bertambah menurut fungsi waktu. Akhirnya ada penumpang yang berinisiatif membuka kaca pintu, membongkar tepatnya. Inisiatif kegerahan apa instink maling ya? ;)
Gue pernah ngalamin mogok di kereta ekonomi dan kereta AC dan kemaren kereta bisnis. Di kereta ekonomi dan bisnis secara fisik jelas lebih tersiksa (gak mogok aja tersiksa), tapi pada situasi seperti itu gue ngerasa penumpang kereta ekonomi dan bisnis tuh lebih lucu dari kereta eksekutif. Jadi kemarin biar kepanasan setengah mampus, tergeletak pasrah di lantai karena pegel berdiri, gue masih bisa nyengir-nyengir sendiri denger komentar orang-orang. Sempet gue ketik di HP segala malah (karena kalo gue catet kok asa-asa gimana gitu ya). Mungkin kalo di AC orang ngerasa gue udah bayar 7500 (tarif per kilometer termahal se-Indonesia tuh!), masih juga troubled. Kan lebih senep tuh!
Kalo gue jadi SBY, fit-and-proper test buat Menteri Perhubungan tuh mestinya naek kereta ekonomi Rangkasbitung-Jakarta Kota lengkap seayam-ayam sama sekambing-kambingnya ;P
By the way, yang bikin gue sibuk minggu-minggu kemaren adalah nyiapin fire drill di gedung. Latihan kebakaran tuh udah kaya proyek wisuda di LFM deh, big event of the year gitu. Dan akhirnya jadi juga hari Kamis kemaren. Capek, seru, tegang, dan akhirnya, lega...
Mas-1 : "Semua orang juga begitu. Makanya kalo mo naik KRL itu mesti punya indera keenam."
Mas-2 : "Emang Mentri Perhubungan siapa sih?"
Mas-3 : "Hatta Rajasa."
Mas-2 : "Huh! Ubanan gitu juga!"
Mbak-2 : "Pantat lo kok gede banget sih?"
Mas-4 : "Lho? Emangnya baru tau?"
- "Masinisnya makan gaji buta nih!"
- "Mogok kok malem-malem."
- "Pantesan panas, AC-nya dimatiin sih!"
- "Daripada lo bayar sauna mahal-mahal?"
- "Wah, kalo pagi-pagi di situ ada mi ayam."
- "Ini emang kereta Ekspres Eksekutif, disingkat...?"
- "Masinisnya gue tungguin dua jam lagi!"
- "TOLONGGG!!!"
Minggu ini capek sekali, sampe gak sempet posting (oh, really? ;P) And just what I need di tengah minggu, terjebak di kereta yang mogok gak jauh dari Palmerah. Males banget gak sih? Dan itu KRL bisnis yang pintunya ditutup gituh. Grafik temperatur cenderung konstan di titik "gerah banget!" dan grafik kebauan akibat keringat bertambah menurut fungsi waktu. Akhirnya ada penumpang yang berinisiatif membuka kaca pintu, membongkar tepatnya. Inisiatif kegerahan apa instink maling ya? ;)
Gue pernah ngalamin mogok di kereta ekonomi dan kereta AC dan kemaren kereta bisnis. Di kereta ekonomi dan bisnis secara fisik jelas lebih tersiksa (gak mogok aja tersiksa), tapi pada situasi seperti itu gue ngerasa penumpang kereta ekonomi dan bisnis tuh lebih lucu dari kereta eksekutif. Jadi kemarin biar kepanasan setengah mampus, tergeletak pasrah di lantai karena pegel berdiri, gue masih bisa nyengir-nyengir sendiri denger komentar orang-orang. Sempet gue ketik di HP segala malah (karena kalo gue catet kok asa-asa gimana gitu ya). Mungkin kalo di AC orang ngerasa gue udah bayar 7500 (tarif per kilometer termahal se-Indonesia tuh!), masih juga troubled. Kan lebih senep tuh!
Kalo gue jadi SBY, fit-and-proper test buat Menteri Perhubungan tuh mestinya naek kereta ekonomi Rangkasbitung-Jakarta Kota lengkap seayam-ayam sama sekambing-kambingnya ;P
By the way, yang bikin gue sibuk minggu-minggu kemaren adalah nyiapin fire drill di gedung. Latihan kebakaran tuh udah kaya proyek wisuda di LFM deh, big event of the year gitu. Dan akhirnya jadi juga hari Kamis kemaren. Capek, seru, tegang, dan akhirnya, lega...
06 Desember 2004
Jangar. I mean,
JANGAR!!!
Hehe, gak pa-pa dong. Pagi-pagi seneng, siangan dikit jeprut. Namanya juga kahirupan. "Hidup," kata manusia yang bikin gue jangar, "Gak ada yang mudah." Ya sudah. What doesn't kill you make you stronger. Kita lihat saja nanti.
Susu Beruang. Susu orang sakit. Kata Bokut, susu buat tes narkoba (haha!) Ada yang tau gak apa sih bedanya susu ini sama susu biasa. Gue udah minum empat harian ini. Entah sugesti entah emang udah waktunya sembuh, batuk gue yang udah dua minggu akhirnya baekan. Ampir sembuh deh. Cuma mahalnya rada bikin senep juga ;P
Mamayu. Sakit ada hikmahnya juga. Abis sakit, selera makan lagi bagus. Cocok sama program mengembalikan empat kilo yang hilang. Bosen dibilang kurusan mulu. (Buat yang programnya justru kebalikan program gue, sori ya ;)
Nci'. Kemaren gue bilang ke sali gue mimpiin Nci'. Nci' tuh ibu-ibu yang suka jualan kue di gedung. Dia sudah beberapa hari gak muncul, padahal jumat kemaren janjian gitu. Tadi ditelpon, dan ternyata dia lagi di Solo. Anaknya ada di pesawat Lion Air yang naas tea. Anaknya selamat, "cuma" patah kaki.
...
Hot Money. Saya lagi pegang duit haram. Eh, ya, minimal syubhat deh. Lagi berusaha menyalurkan kepada yang berhak, ehm, gak sederhana. Seenggaknya, mau gue salurkan sama yang membutuhkan. Ada yang tau rekening sumbangan bencana alam? Heran, lagi banyak bencana gini kok gak ada yang buka "Dompet Nabire", "Dompet Alor", "Dompet Blitar", dan sejenisnya ya? Dulu kan biasanya koran-koran langsung buka rekening. Well, ini serius. Kalo ada yang tau, tolong kasi tau gue ya. Japri juga boleh.
Dicari: Tempat Nyuci Pikiran.
JANGAR!!!
Hehe, gak pa-pa dong. Pagi-pagi seneng, siangan dikit jeprut. Namanya juga kahirupan. "Hidup," kata manusia yang bikin gue jangar, "Gak ada yang mudah." Ya sudah. What doesn't kill you make you stronger. Kita lihat saja nanti.
Susu Beruang. Susu orang sakit. Kata Bokut, susu buat tes narkoba (haha!) Ada yang tau gak apa sih bedanya susu ini sama susu biasa. Gue udah minum empat harian ini. Entah sugesti entah emang udah waktunya sembuh, batuk gue yang udah dua minggu akhirnya baekan. Ampir sembuh deh. Cuma mahalnya rada bikin senep juga ;P
Mamayu. Sakit ada hikmahnya juga. Abis sakit, selera makan lagi bagus. Cocok sama program mengembalikan empat kilo yang hilang. Bosen dibilang kurusan mulu. (Buat yang programnya justru kebalikan program gue, sori ya ;)
Nci'. Kemaren gue bilang ke sali gue mimpiin Nci'. Nci' tuh ibu-ibu yang suka jualan kue di gedung. Dia sudah beberapa hari gak muncul, padahal jumat kemaren janjian gitu. Tadi ditelpon, dan ternyata dia lagi di Solo. Anaknya ada di pesawat Lion Air yang naas tea. Anaknya selamat, "cuma" patah kaki.
...
Hot Money. Saya lagi pegang duit haram. Eh, ya, minimal syubhat deh. Lagi berusaha menyalurkan kepada yang berhak, ehm, gak sederhana. Seenggaknya, mau gue salurkan sama yang membutuhkan. Ada yang tau rekening sumbangan bencana alam? Heran, lagi banyak bencana gini kok gak ada yang buka "Dompet Nabire", "Dompet Alor", "Dompet Blitar", dan sejenisnya ya? Dulu kan biasanya koran-koran langsung buka rekening. Well, ini serius. Kalo ada yang tau, tolong kasi tau gue ya. Japri juga boleh.
Dicari: Tempat Nyuci Pikiran.
05 Desember 2004
Hmm...hari-hari yang (agak) penuh. Floor warden. Presentasi. Mbak Lala (sakit apa sih?) RS International Bintaro. Burung biru. Hak sepatu copot (pertanda?). Kereta AC tidak berguna. ACE-asean center of energy? Flash disk jeprut. Ariel. ELP 37 menit. Pil merah. Pil biru. Presentasi ("Teori.") +sali. Fery Astro. Abdul Latief. Busway. TIM ("Ini sih bukan TIM. Ini Gedung Arsip.") Si Mamad. budi. Ketoprak. Masjid Alia Cikini. Shara. 76 on traffic jam. Kereta Patas Rangkasbitung-Jakarta. Glodok. Kolya-My Fair Lady-Dreams-The Way Home-The Lion King-Punch Drunk Love-Big Lebowski-The Terminal-Talk To Her. Tegar. Peter Pan. Sheila on7. Plaza Indonesia. Bread Story. JCC. Bear Brand Milk 195g.
Saya sebenarnya lagi males nulis. Tapi ada dua orang teman lama yang mau saya sapa. Hai Wildan! Hai Winda!
Saya sebenarnya lagi males nulis. Tapi ada dua orang teman lama yang mau saya sapa. Hai Wildan! Hai Winda!
02 Desember 2004
...apa gue-sekarang...
gue neo di the matrix
gue rahel di the god of small things
gue zhiwu di chungking express
(ayo, budi! ingatkan gue lagi soal metafor ;P)
Choose life. Choose a job. Choose a starter home. Choose dental insurance, leisure wear and matching luggage. Choose your future. But why would anyone want to do a thing like that?
Trainspotting
gue neo di the matrix
gue rahel di the god of small things
gue zhiwu di chungking express
(ayo, budi! ingatkan gue lagi soal metafor ;P)
Choose life. Choose a job. Choose a starter home. Choose dental insurance, leisure wear and matching luggage. Choose your future. But why would anyone want to do a thing like that?
Trainspotting
Langganan:
Postingan (Atom)