Tadi ada burung di depan jendela kamar gue, main-main di sela-sela ranting pohon soka. Kecil-kecil, gak nyampe sekepalan tangan gue kayanya. Warnanya kuning-biru. Ah, nyesel gak difoto (hehe, difoto pakek apa?). Gak tiap sore liat kayak gini. (Mungkin tepatnya, gak tiap sore ada di rumah sehingga bisa liat kayak gini ;)
Jadi inget sore-sore di LFM, nonton anak-anak maen bola, nge-teh, dan ngeliat burung-burung pulang ke sarang. Haha, kenapa jadi inget LFM? Inget kampus sih, tempat yang (dulu?) rindang dengan pohon dan masih mengundang banyak burung berbagai jenis dan bentuk. Gak tau, mungkin karena ini "Minggu Teman Lama". Mungkin karena hari ini bener-bener nggak mutu!
Mungkin karena semingguan ini Kompas dua kali memuat artikel tentang ITB. ITB yang "tidak seperti dulu lagi". Ah, seperti dan tidak seperti ukuran siapa? Lagi pula memangnya harus seperti? Siapa yang mengharuskan?
Gak ada sih. Tapi terakhir ke kampus rasanya pingin teriak juga. Terutama liat SC udah jadi puing *snif*. Sedih, inget saat-saat nongkrong-main-makan-tidur di situ sih. Katanya sekarang lapangan basket dan tenis juga udah "under construction". Belum liat, males banget. Kata Johan Ketum LFM, kampus sekarang sumpek.
Ah, emang gue pikirin? (sambil pundung dan berlalu)
26 September 2004
24 September 2004
Minggu ini kayaknya "Minggu Ketemu Teman Lama". Berlebihan gak ya? Gara-gara lagu mellow Ada Apa Dengan Cinta-nya Melly dan Erik Tegal, bikin gue inget satu sore Februari 2002, nonton film-remaja-sebenarnya-biasa-biasa-aja-tapi-toh-menyenangkan berjudul sama, berempat sama Eddi Ndut, Dhanang, Mami Elok. Hey! Gue jadi kangen. Espass-nya temen kantor yang gue tumpangin sampe Dukuh lagi merayap pelan depan BSM Thamrin. Nyari pekerja-pekerja komuter yang ngompreng sampe Bekasi. Kaca depan buka, "Timur...Timur..." Pintu belakang gue buka dan di depan gue ada...Rena! Whatta nice surprise. Jadilah sepuluh menit Thamrin-Dukuh Atas untuk saling bertanya-sekarang di mana-gimana kabar-kapan terakhir ketemu sama si anu-siapa lagi di mana-apa si ini masih di situ-siapa mo berangkat ke mana-kapan gue punya keponakan ;P
Sejak migrasi ke gmail, yahoo saya normally cuma nerima satu email per hari, digest dari satu milis yang emang sengaja gak ikut saya pindahin ke gmail. Jadi ketika nyalain Y!M dan keluar pesan "You have 2 new messages", saya jadi bertanya-tanya, siapa yang ngimel ya? (Jadi inget Wildan yang me-nomail-kan semua milisnya. "Biar gue bisa yakin kalo ada imel di inbox gue, gue jadi semangat bukanya karena itu imel pribadi buat gue." Hey! Abang satu ini--formerly kaum marjinal tidak ber-HP--juga SMS gue tadi sore. Tuh kan...). Buka milis dulu, trus baru buka inbox. Dan ternyata...old buddy, udah lebih dari setaun gak ketemu. Takjub-gak percaya-pingin ketawa sendiri gue liat namanya. Mungkin dia bisa baca pikiran gue. "aku masih hidup." Hehe, miss u bro!
Sejak migrasi ke gmail, yahoo saya normally cuma nerima satu email per hari, digest dari satu milis yang emang sengaja gak ikut saya pindahin ke gmail. Jadi ketika nyalain Y!M dan keluar pesan "You have 2 new messages", saya jadi bertanya-tanya, siapa yang ngimel ya? (Jadi inget Wildan yang me-nomail-kan semua milisnya. "Biar gue bisa yakin kalo ada imel di inbox gue, gue jadi semangat bukanya karena itu imel pribadi buat gue." Hey! Abang satu ini--formerly kaum marjinal tidak ber-HP--juga SMS gue tadi sore. Tuh kan...). Buka milis dulu, trus baru buka inbox. Dan ternyata...old buddy, udah lebih dari setaun gak ketemu. Takjub-gak percaya-pingin ketawa sendiri gue liat namanya. Mungkin dia bisa baca pikiran gue. "aku masih hidup." Hehe, miss u bro!
20 September 2004
Hehe...jadi deh kita punya Presiden keren.
Hasil Quick Count LP3ES: SBY-Kalla 61,2 persen, Megawati-Hasyim Muzadi 38,8 persen.
Saya jadi golput. Sebenarnya kalo kartu suaranya kayak gini sih
mau nyoblos juga sesuai pesan Ade :P Tapi tadi ke sekolahan juga sih. Iseng aja. Lagi keabisan inspirasi, ya udah maen aja nyari udara segar. Yang ada mah panas mentrang-mentring, hehe. Tadi si ada, biasalah, Mia, Rince, Intan, Ira, Totan, Remus ("new" kid on the block), Andrey, Dee-J (next-in-row to be married, hehe, penting gak?).
Pulang ScreenDocs kemaren Hendi nelpon gue, minta bantuin bikin "jargon" TV ITB (Jargon kesannya partai banget yak? Apa dong? Tagline?). Well, yeah, gue sebenarnya tidak terlalu yakin dengan ide TV ini sih. Mungkin karena sebelumnya ngobrol sama Hamdan ("Jangan-jangan ntar Rektorat bikin LFK--Lembaga Film Kampus". Eh, ehm, rada panjang nih, next time aja). But anyway, gue nyoba bantu aja, sama temen gitu. Cuma ternyata saya bermasalah dengan proses kreatif. Kata Andrey, ide itu ada frekuensi tertentu. Kalo udah nemu frekuensinya, bakal dapet tuh ide. Iya juga, tapi bukan cuma itu ternyata. Gue butuh trigger dulu, obrolan ngalor-ngidul-gak-penting misalnya (combined with dua jam spider solitaire medium level dan--again--kapucino). Kemarin sih sempet chatting sama athun, tapi gak sama ternyata.
Hey! Didit! Welcome, 'pa kabar? Kayanya elu deh yang "ke mana aja". Denger-denger udah makmur yak? Bagi proyek dong Dit, hehe. Dan gue baru mengeluh keabisan inspirasi :P
Hasil Quick Count LP3ES: SBY-Kalla 61,2 persen, Megawati-Hasyim Muzadi 38,8 persen.
Saya jadi golput. Sebenarnya kalo kartu suaranya kayak gini sih
mau nyoblos juga sesuai pesan Ade :P Tapi tadi ke sekolahan juga sih. Iseng aja. Lagi keabisan inspirasi, ya udah maen aja nyari udara segar. Yang ada mah panas mentrang-mentring, hehe. Tadi si ada, biasalah, Mia, Rince, Intan, Ira, Totan, Remus ("new" kid on the block), Andrey, Dee-J (next-in-row to be married, hehe, penting gak?).
Pulang ScreenDocs kemaren Hendi nelpon gue, minta bantuin bikin "jargon" TV ITB (Jargon kesannya partai banget yak? Apa dong? Tagline?). Well, yeah, gue sebenarnya tidak terlalu yakin dengan ide TV ini sih. Mungkin karena sebelumnya ngobrol sama Hamdan ("Jangan-jangan ntar Rektorat bikin LFK--Lembaga Film Kampus". Eh, ehm, rada panjang nih, next time aja). But anyway, gue nyoba bantu aja, sama temen gitu. Cuma ternyata saya bermasalah dengan proses kreatif. Kata Andrey, ide itu ada frekuensi tertentu. Kalo udah nemu frekuensinya, bakal dapet tuh ide. Iya juga, tapi bukan cuma itu ternyata. Gue butuh trigger dulu, obrolan ngalor-ngidul-gak-penting misalnya (combined with dua jam spider solitaire medium level dan--again--kapucino). Kemarin sih sempet chatting sama athun, tapi gak sama ternyata.
Hey! Didit! Welcome, 'pa kabar? Kayanya elu deh yang "ke mana aja". Denger-denger udah makmur yak? Bagi proyek dong Dit, hehe. Dan gue baru mengeluh keabisan inspirasi :P
19 September 2004
Waduh! Kata Pak Quraish Shihab sebagai seorang muslim yang baik seharusnya tidak golput euy, karena di antara dua pilihan--walopun sama-sama jelek--pasti ada yang lebih sedikit jeleknya. Sayah jadi sedikit bimbang, padahal tadinya udah niat mo golput.
Gue? Iya, gue yang menghabiskan bermenit-menit (berjam-jam?) argumen dengan sali dan Wildan menjelaskan kenapa menurut gue kita harus milih, gue yang bikin iklan dan film tentang Pemilu, gue yang menganggap ide Pemilu masih lebih baik dari--let say--revolusi, mau golput?
Masalahnya gini. Gue menganggap Mega dan SBY tidak layak untuk jadi Presiden. Seperti gue bilang ke Hamdan, dua-duanya sama-sama jelek, cuma jeleknya beda. Ah ya, itu nurut gue aja sih. But the point is, tidak memilih adalah statemen gue bahwa dua-duanya gak layak pilih. Walopun statemen yang gak diwaro, mungkin :(
Tapi saya nonton ScreenDocs kemaren, yang muter film-film dokumenter tentang Pemilu. Ada 4 film, sebenarnya semua pernah diputer di MetroTV tapi saya gak nonton empat-empatnya dan baru nonton kemarin.
Saat Menebar Mimpi. Tentang perjalanan kampanye kandidat DPD Jakarta Bambang Warih Kusuma. Yang bikin reporter/produser(?) Buser. Kalo ngikutin perjalanannya Pak Bambang ini, menarik sekaligus miris ngeliat dia keluar-masuk pemukiman kumuh mencoba meraih orang-orang yang gak tau apa itu DPD, mencoba sok akrab tapi walau gimanapun tetap berjarak.
Politik Teungku. Tentang Pemilu di Nangroe Aceh Darussalam di mana orang-orang takut mencalonkan diri karena--simply--takut jadi sasaran GAM yang katanya pingin mengacaukan Pemilu. Ulama Dayah/Teungku (pemuka agama) apalagi, karena masih ada anggapan bahwa politik itu "kotor". Padahal menurut Teungku Boy (panggilan filmmaker-nya untuk Teungku Baihaqi, tokoh utama film ini), kan harus ada orang yang "bener" yang nyalonin diri.
Acang, Obeth dan Pemilu. Tentang Pemilu di Ambon related dengan konflik separatis di sana. Jujur nih, gue terkantuk-kantuk berat nonton film ini sehingga cuma ngeh awal sama akhirnya doang (Bukan masalah filmnya sih, guenya aja cape kurang tidur, gak ada temen lagi. Hamdan baru dateng pas film terakhir.).
Sing Penting Nyoblos. Wah, ni film lucu banget. Tentang tiga orang ibu-ibu buruh Pasar Bringharjo Jogja dan pandangan mereka terhadap Pemilu. Dari awal emang pingin banget nonton film ini. Pingin liat sisi lain, target audiens film gue.
Gue baca di koran minggu-minggu ini statemennya Irma Hutabarat, "perempuan pilih perempuan" (ok, mungkin gak sesederhana itu atau wartawannya salah ngutip atau gimana, but that's the point). Sialan! Itu kan judul skrip gue! Walopun akhirnya judulnya diganti sama Pattiro (the NGO we made the movie for).
Eh, gue loncat ya. Jadi ceritanya bulan Januari kemaren gue sama anak-anak GTV bikin film pendidikan untuk pemilih perempuan. Sebenarnya dari beberapa nara sumber kita waktu itu, mereka malah gak setuju sama "perempuan milih perempuan" itu. Pilih yang berkualitas, bukan perempuan atau laki-lakinya. Tapi dasar pemikiran gue waktu itu adalah keterwakilan perempuan sangat rendah. Jadi milih calon berkualitas adalah satu kebaikan, milih calon perempuan adalah satu kebaikan yang lain. Dan 5 April kemarin gue pilih empat-empatnya perempuan kok, walopun gak ngaruh ternyata karena katanya sih calon terpilih yang menuhin BPP (artinya calon yang beneran kepilih langsung, bukan karena urutan partai) cuma Hidayat Nur Wahid.
Kalo liat Sing Penting Nyoblos itu sih mudah-mudahan film gue lumayan kena. Ada poin gak usah milih sama dengan suami, misalnya. Gue sih (with the script) gak emphasize untuk memilih, tapi nara sumbernya yang mengajak begitu--soalnya mereka caleg sih ;P
Dari empat film itu sebenarnya gue dapet benang merah bahwa Pemilu tuh gak gitu-gitu amat. Tadinya gue mo nanya ke filmmaker-nya, "Apakah kalian emang mulai dengan prejudice itu?". Tapi ada orang lain yang nanya lebih saklek dari gue. Dari empat orang itu, yang pertama bilang Pemilu itu bullshit. Yang kedua bilang rada skeptis sama Pemilu tapi karena tiga bulan ngikutin Pak Bambang Warih jadi ikutan nyoblos. Yang bikin Acang... dan Sing Penting... bilang Pemilu ok-ok aja.
Jadi inget tulisannya Ekky Syachrudin yang ngebandingin Pemilu di Indonesia sama di Kanada. Nurut dia Pemilu di Kanada lebih substansial karena orang liat program, bukan rame-ramenya kayak di sini. Kayanya sih bener, tapi gue ngeliatnya Pemilu di Indonesia tuh bener-bener pesta rakyat. Entah karena doktrin 32 taun Orde Baru atau gimana, default-nya rakyat Indonesia tuh gak disuruh pun pasti nyoblos (bahkan kalo denger cerita tentang Pemilu '55 pun kayak gitu). Liat aja Pemilu 5 April kemaren ramenya kayak gimana.
Balik lagi ke "perempuan milih perempuan" itu, huh! Nyebelin banget! Beda konteks gitu antara Pemilu Legislatif sama Pemilu Presiden. Kalo legislatif kan kita milih banyak dari banyak. Masalah pewacanaan aja. Kalo presiden kan we suppose to choose the best (or in this case, the least worst). Hehe, kenapa gue merasa harus membela diri gini ya? Gak penting sebenarnya.
Jadi nyoblos gak ya besok?
Gue? Iya, gue yang menghabiskan bermenit-menit (berjam-jam?) argumen dengan sali dan Wildan menjelaskan kenapa menurut gue kita harus milih, gue yang bikin iklan dan film tentang Pemilu, gue yang menganggap ide Pemilu masih lebih baik dari--let say--revolusi, mau golput?
Masalahnya gini. Gue menganggap Mega dan SBY tidak layak untuk jadi Presiden. Seperti gue bilang ke Hamdan, dua-duanya sama-sama jelek, cuma jeleknya beda. Ah ya, itu nurut gue aja sih. But the point is, tidak memilih adalah statemen gue bahwa dua-duanya gak layak pilih. Walopun statemen yang gak diwaro, mungkin :(
Tapi saya nonton ScreenDocs kemaren, yang muter film-film dokumenter tentang Pemilu. Ada 4 film, sebenarnya semua pernah diputer di MetroTV tapi saya gak nonton empat-empatnya dan baru nonton kemarin.
Saat Menebar Mimpi. Tentang perjalanan kampanye kandidat DPD Jakarta Bambang Warih Kusuma. Yang bikin reporter/produser(?) Buser. Kalo ngikutin perjalanannya Pak Bambang ini, menarik sekaligus miris ngeliat dia keluar-masuk pemukiman kumuh mencoba meraih orang-orang yang gak tau apa itu DPD, mencoba sok akrab tapi walau gimanapun tetap berjarak.
Politik Teungku. Tentang Pemilu di Nangroe Aceh Darussalam di mana orang-orang takut mencalonkan diri karena--simply--takut jadi sasaran GAM yang katanya pingin mengacaukan Pemilu. Ulama Dayah/Teungku (pemuka agama) apalagi, karena masih ada anggapan bahwa politik itu "kotor". Padahal menurut Teungku Boy (panggilan filmmaker-nya untuk Teungku Baihaqi, tokoh utama film ini), kan harus ada orang yang "bener" yang nyalonin diri.
Acang, Obeth dan Pemilu. Tentang Pemilu di Ambon related dengan konflik separatis di sana. Jujur nih, gue terkantuk-kantuk berat nonton film ini sehingga cuma ngeh awal sama akhirnya doang (Bukan masalah filmnya sih, guenya aja cape kurang tidur, gak ada temen lagi. Hamdan baru dateng pas film terakhir.).
Sing Penting Nyoblos. Wah, ni film lucu banget. Tentang tiga orang ibu-ibu buruh Pasar Bringharjo Jogja dan pandangan mereka terhadap Pemilu. Dari awal emang pingin banget nonton film ini. Pingin liat sisi lain, target audiens film gue.
Gue baca di koran minggu-minggu ini statemennya Irma Hutabarat, "perempuan pilih perempuan" (ok, mungkin gak sesederhana itu atau wartawannya salah ngutip atau gimana, but that's the point). Sialan! Itu kan judul skrip gue! Walopun akhirnya judulnya diganti sama Pattiro (the NGO we made the movie for).
Eh, gue loncat ya. Jadi ceritanya bulan Januari kemaren gue sama anak-anak GTV bikin film pendidikan untuk pemilih perempuan. Sebenarnya dari beberapa nara sumber kita waktu itu, mereka malah gak setuju sama "perempuan milih perempuan" itu. Pilih yang berkualitas, bukan perempuan atau laki-lakinya. Tapi dasar pemikiran gue waktu itu adalah keterwakilan perempuan sangat rendah. Jadi milih calon berkualitas adalah satu kebaikan, milih calon perempuan adalah satu kebaikan yang lain. Dan 5 April kemarin gue pilih empat-empatnya perempuan kok, walopun gak ngaruh ternyata karena katanya sih calon terpilih yang menuhin BPP (artinya calon yang beneran kepilih langsung, bukan karena urutan partai) cuma Hidayat Nur Wahid.
Kalo liat Sing Penting Nyoblos itu sih mudah-mudahan film gue lumayan kena. Ada poin gak usah milih sama dengan suami, misalnya. Gue sih (with the script) gak emphasize untuk memilih, tapi nara sumbernya yang mengajak begitu--soalnya mereka caleg sih ;P
Dari empat film itu sebenarnya gue dapet benang merah bahwa Pemilu tuh gak gitu-gitu amat. Tadinya gue mo nanya ke filmmaker-nya, "Apakah kalian emang mulai dengan prejudice itu?". Tapi ada orang lain yang nanya lebih saklek dari gue. Dari empat orang itu, yang pertama bilang Pemilu itu bullshit. Yang kedua bilang rada skeptis sama Pemilu tapi karena tiga bulan ngikutin Pak Bambang Warih jadi ikutan nyoblos. Yang bikin Acang... dan Sing Penting... bilang Pemilu ok-ok aja.
Jadi inget tulisannya Ekky Syachrudin yang ngebandingin Pemilu di Indonesia sama di Kanada. Nurut dia Pemilu di Kanada lebih substansial karena orang liat program, bukan rame-ramenya kayak di sini. Kayanya sih bener, tapi gue ngeliatnya Pemilu di Indonesia tuh bener-bener pesta rakyat. Entah karena doktrin 32 taun Orde Baru atau gimana, default-nya rakyat Indonesia tuh gak disuruh pun pasti nyoblos (bahkan kalo denger cerita tentang Pemilu '55 pun kayak gitu). Liat aja Pemilu 5 April kemaren ramenya kayak gimana.
Balik lagi ke "perempuan milih perempuan" itu, huh! Nyebelin banget! Beda konteks gitu antara Pemilu Legislatif sama Pemilu Presiden. Kalo legislatif kan kita milih banyak dari banyak. Masalah pewacanaan aja. Kalo presiden kan we suppose to choose the best (or in this case, the least worst). Hehe, kenapa gue merasa harus membela diri gini ya? Gak penting sebenarnya.
Jadi nyoblos gak ya besok?
18 September 2004
Kemarin gue menulis kata "unsecure" di suatu tempat. Trus gue liat-liatin lagi, kok aneh ya. Asa-asa ada yang salah gitu. Tapi kan buru-buru mau pergi jadi ta' tinggal, udah gitu gue baru nyadar,
UNSECURE = UNLOGIC ;P
(hwehehehe, hanya teman-teman seperjuangan di WG1-LKN-BDG yang mengerti rasanya)
Jadi teringat malam-malam "tanpa masa depan", makan nasi goreng kasep dan menyeruput capucchino dari gelas bekas akua (eh, air milik rakyat yang dikemas dalam gelas plastik). Apa kabar Entin, Corrie, Irul, Aldo, Torang, Dipang?
-devi-
UNSECURE = UNLOGIC ;P
(hwehehehe, hanya teman-teman seperjuangan di WG1-LKN-BDG yang mengerti rasanya)
Jadi teringat malam-malam "tanpa masa depan", makan nasi goreng kasep dan menyeruput capucchino dari gelas bekas akua (eh, air milik rakyat yang dikemas dalam gelas plastik). Apa kabar Entin, Corrie, Irul, Aldo, Torang, Dipang?
-devi-
17 September 2004
Tidur jam sembilan, bangun setengah tiga buat ngerjain training, yeah right. If only I know what to write, harus belajar dulu omigod... Lagian gak tau yang udah dikerjain bokut dkk apa aja.
Yeah, kepaksa deh ke Prapanca ntar. Damn! Males capenya balik malem euy, n Prapanca's not as fun as it used to. Bokut paling dateng jam berapa sih? Citibank tea. Yea...Aldiar masih ada kali ya?
Gue kok suka gini ya? Pinjem istilahnya bondy, "apa urusan gue?". Hehe, gak ding. Well yeah, bukan urusan gue in a nosy way, tapi, anytime, man. Kalo gue bisa bantu. Just...don't use that kinda subject on ur email ;P At least give me a clue that it's not virus sehingga gue gak usah sms lo nanya, "Lo ngimel gue?"
Yeah, kepaksa deh ke Prapanca ntar. Damn! Males capenya balik malem euy, n Prapanca's not as fun as it used to. Bokut paling dateng jam berapa sih? Citibank tea. Yea...Aldiar masih ada kali ya?
Gue kok suka gini ya? Pinjem istilahnya bondy, "apa urusan gue?". Hehe, gak ding. Well yeah, bukan urusan gue in a nosy way, tapi, anytime, man. Kalo gue bisa bantu. Just...don't use that kinda subject on ur email ;P At least give me a clue that it's not virus sehingga gue gak usah sms lo nanya, "Lo ngimel gue?"
Tadi, eh, kemarin siang di lobby ketemu seorang Junior Account Executive sebuah perusahaan periklanan yang katanya sih one of the fastest growing advertising in the country. Gue sempet ketemu dia beberapa minggu yang lalu di nikahannya seorang temen. Dia sempet ngasih kartu nama waktu itu. Sayang dianya lagi buru-buru mau ketemu klien, jadinya gak sempet ngobrol lama-lama gitu.
14 September 2004
13 September 2004
The best kind of friend is the kind you can sit on a porch and swing with, never say a word, and then walk away feeling like it was the best conversation you've ever had.
(Anonymous)
I'm fascinated with those words. Maybe because I'm an INTP person with a big 'I'. Sorry guyz, that was as far as I can get :( Still love u all, 'tough.
(Anonymous)
I'm fascinated with those words. Maybe because I'm an INTP person with a big 'I'. Sorry guyz, that was as far as I can get :( Still love u all, 'tough.
12 September 2004
Selamat kepada Norida Saraswati (TL ITB'97) dan Fifik (hehe...siapa ya?) yang melangsungkan akad nikah pada hari Sabtu kemarin bertepatan dengan peringatan tragedi WTC. Semoga jadi keluarga sakinah mawadah warrohmah.
Nanti siang, Rihsa dan Reza, trus Yudi dan...? (Yud, kok gue gak dapet undangan neh? lumpsum ya?)
Akhirnya! Seseorang nge-link gue TIDAK sebagai "rani LFM" ;P Untuk perjalanan ke gang-gang-berkelok-sempit dan atau pantai-berpasir-cerah-sinar-matahari Timbuktu, klik di sini.
Nanti siang, Rihsa dan Reza, trus Yudi dan...? (Yud, kok gue gak dapet undangan neh? lumpsum ya?)
Akhirnya! Seseorang nge-link gue TIDAK sebagai "rani LFM" ;P Untuk perjalanan ke gang-gang-berkelok-sempit dan atau pantai-berpasir-cerah-sinar-matahari Timbuktu, klik di sini.
10 September 2004
What is "tukgling"? Tukgling adalah terminologi yang diperkenalkan oleh seorang kawan lama, previously known as Joko TK, dan definisinya agak gak jelas. Tapi yang jelas hari ini gue tukgling sekali.
Tadi pagi I got headache concerning my pulled-tooth and lack-of-sleep, sehingga gue memutuskan untuk tidur lagi, ke dokter gigi, baru berangkat ke kantor. Gue SMS sekretaris di kantor kalo gue bakal telat, dan taunya HP-nya mati abis batre sehingga pesen gue gak nyampe. Keburu-lah si bos nelpon nyariin gue dan keberadaan gue gak diketahui. Dia nelpon Bu Nunu di Colliers, Bu Nunu nelpon gue. Damn! Why today, dia harus nelpon gue pagi-pagi? Mo ngajakin liat depan Kedubes Australi kali ya? He took some pictures there today.
Ini dari Ardi Bagong di friendster:
Target Bom Selanjutnya
Berhati hatilah dimana pun anda berada. Karena para teroris telah merencanakan melakukan pemboman di beberapa tempat lain. Terutama untuk dua hari mendatang menjelang peringatan 9/11 yaitu traged serangan terhadap WTC. Berhati hatilah apabila anda berada pada lokasi yang mempunyai hubungan dengan AMERIKA,
AUSTRALIA, INGGRIS. Berdasarkan atas informasi badan Intelejen bahwa salah satu target pengeboman yang sampai sekarang masih menjadi incaran para teroris adalah McD dan Hard Rock Cafe Sarinah. Jadi berhati hatilah apabila dalam dua hari mendatang anda berada di tempat tersebut. Kemudian salah satu target pengeboman adalah British council yang berada di Jl. Sudirman.
Jadi waspadalah dimanapun anda berada. Teroris ada dimanapun anda berada.
Info diatas didapat dari seorang anggota badan intelejen nasional.
Abis kejadian kayak gini, jadi banyak isu. Tadi siang katanya MTA dapet ancaman juga. Yang jelas, btw, Hard Rock Cafe kan udah gak di Sarinah lagi ya?
Orang Caltex masih pada rusuh aja. Conference mulu trus ngajak-ngajak ikutan pusing. Harga saham turun katanya. So gue pikir kalo ada yang pasang petasan di basement 1, bandara bakal penuh bule-bule Caltex dan sahamnya Caltex (CPI apa Chevron Texaco? Yang turun index mana sih?) bakalan terjun bebas. Di GKBI (Exxon) atau Bapindo (citibank) juga gitu kali ya?
Tadi pagi I got headache concerning my pulled-tooth and lack-of-sleep, sehingga gue memutuskan untuk tidur lagi, ke dokter gigi, baru berangkat ke kantor. Gue SMS sekretaris di kantor kalo gue bakal telat, dan taunya HP-nya mati abis batre sehingga pesen gue gak nyampe. Keburu-lah si bos nelpon nyariin gue dan keberadaan gue gak diketahui. Dia nelpon Bu Nunu di Colliers, Bu Nunu nelpon gue. Damn! Why today, dia harus nelpon gue pagi-pagi? Mo ngajakin liat depan Kedubes Australi kali ya? He took some pictures there today.
Ini dari Ardi Bagong di friendster:
Target Bom Selanjutnya
Berhati hatilah dimana pun anda berada. Karena para teroris telah merencanakan melakukan pemboman di beberapa tempat lain. Terutama untuk dua hari mendatang menjelang peringatan 9/11 yaitu traged serangan terhadap WTC. Berhati hatilah apabila anda berada pada lokasi yang mempunyai hubungan dengan AMERIKA,
AUSTRALIA, INGGRIS. Berdasarkan atas informasi badan Intelejen bahwa salah satu target pengeboman yang sampai sekarang masih menjadi incaran para teroris adalah McD dan Hard Rock Cafe Sarinah. Jadi berhati hatilah apabila dalam dua hari mendatang anda berada di tempat tersebut. Kemudian salah satu target pengeboman adalah British council yang berada di Jl. Sudirman.
Jadi waspadalah dimanapun anda berada. Teroris ada dimanapun anda berada.
Info diatas didapat dari seorang anggota badan intelejen nasional.
Abis kejadian kayak gini, jadi banyak isu. Tadi siang katanya MTA dapet ancaman juga. Yang jelas, btw, Hard Rock Cafe kan udah gak di Sarinah lagi ya?
Orang Caltex masih pada rusuh aja. Conference mulu trus ngajak-ngajak ikutan pusing. Harga saham turun katanya. So gue pikir kalo ada yang pasang petasan di basement 1, bandara bakal penuh bule-bule Caltex dan sahamnya Caltex (CPI apa Chevron Texaco? Yang turun index mana sih?) bakalan terjun bebas. Di GKBI (Exxon) atau Bapindo (citibank) juga gitu kali ya?
Jakarta on Alert! Another bomb, how scary. How sad. Pagi-pagi jam setengah sebelasan Chief Security-nya Caltex ngasih tau gue kalo ada bom di Kuningan. Infonya masih gak jelas gitu. Gue kontak Chief Security-nya Gedung, dari pagi emang udah siaga. Rupanya JH, the owner of the building udah dapet kisikan dari BIN bahwa bakal ada serangan ke aset-aset Amerika di Jakarta. Jam 8 pagi tuh. Dua setengah jam kemudian kejadian (Australia considered "aset Amerika" ya?).
Ya udah, mantau dari TV dan internet. Di TV, selama sekitar dua jam pertama cuma anteve yang punya gambar. Iyalah, Sentra Mulia kan sebrangnya situ. Kacanya aja ada yang ikutan pecah keliatan di kamera gitu. Di internet berita yang rada bermutu baru keluar jam dua belasan (detik sekarang payah!). Nyoba liat juga di milis Migas Indonesia yang traffic-nya kenceng banget, gak ada yang baru.
Yang lucu, Kapolri kan lagi hearing di DPR soal terorisme. Langsung ada "contoh"-nya gitu. Damn! Sutiyoso dateng jam dua belasan, mungkin karena jalan diblokir dan helikopter belum ready (yea...yea...). Mega langsung balik dari Brunei (kalo gak lagi mau Pemilu, bakalan langsung balik begitu gak ya dianya?). Yang ngeselin, Alexandre Downer belum-belum udah ngeluarin pernyataan spesifik soal karakter bom dan (well, what else new, actually) nuduh JI. Smart a**!
Modusnya kayanya mirip Mariott gitu ya? Soalnya menurut Irfan-the-office-boy, di depan Kedubes Australi itu penjagaan ketat banget. Ada pulisi, jalan diblokir. Si Irfan ketawa-ketawa rada stres gitu liat orang-orang berlumuran darah. Psaiko juga tu anak. Yang jelas sih kata dia jam-jam segitu banyak yang lagi ngantri visa. Oh my God...
Tebak-tebakan konspirasi, pertama, kelompoknya dr. Azahari. Ok, standar. Kedua, Australi sendiri, dalam rangka reelection Downer sekaligus rencana rudalnya itu. Ketiga, TNI, untuk ngegolin RUU TNI. Hehe, namanya juga teori konspirasi.
Di Gedung sendiri, bule-bule di atas itu langsung pada minta di-evakuasi balik ke negaranya. Sayang, gue gak liat mereka di gathering place, gue dengernya sih langsung pada pulang. Ya...dari dulu kan udah banyak gosip CPI jadi salah satu target. Sebenernya wajar juga kalo mereka parno gitu. Ngeri juga gue. Ngerti deh.
Btw, makasih buat yang nge-sms gue nanyain kabar. Gue baek-baek ajalah, jauh gitu. Tapi kalo dipikir-pikir, another "untungnya" story, just the day before gue dari Kuningan jam segituan lho. Yang lebih "untungnya" sih orang Purchasing di Kantor. Biasanya dia cabut dari kantor pusat di Kuningan ya antara jam 10-11 gitu. Tumben aja dia jam 8 udah nongol di Gedung.
Langsung juga me-list teman-teman di pikiran gue yang kerja di deket-deket situ. Anton katanya ya? How's Anton? Mbak Nayu-nya mas Edy? Katanya Group Femina kacanya pada pecah. Trus Plaza Kuningan, Total (baru ngeh, sedeket itu ya?). Yang jelas sih Laila kan di esia ya? Belum ada kabar tuh di milis TL (gak bisa diarepin juga sih). Trus, kereta rada kosong tadi. Kereta jam setengah tujuh sih. Jangan-jangan ada "orang kereta" yang kena, denger-denger dari obrolan penumpang yang lain sih begitu.
Yaa...semoga semua baik-baik aja. Tunduk kepala gue untuk tragedi ini.
PS: Ngomong-ngomong soal milis TL, OOT nih, siapa tau ada yang berminat. Wildan kali?
dibutuhkan komikus/animator bisa manga dan mau kerja 3 bulan full time
harap sms Bapak EGA 08132114945
06 September 2004
Hari ini seru banget. Yea...seseru-serunya yang bisa terjadi di sebuah gedung kali.
First of all, what is it with Monday? I really don't get it. Kenapa kalo hari Senin jalanan lebih macet dan kereta (dan semua moda transportasi umum, actually) lebih padet dari hari-hari laen. Emangnya orang cuma kerja di hari Senin gitu? Tining! Lu kan bekas pengurus busway (hehe, kesannya panitia 17-an gitu). Explain dong.
Tadi siang Bu Yosi mampir ke kantor bawa kue. Bu Yosi nih kontraktor yang suka ngerjain proyek-proyek di gedung. Orangnya asik, masih tampak muda gitu. Mungkin karena dia juga dosen, ngajar arsitek di Trisakti dan Binus. Yang jelas dia tadi cerita seru. Very novel-like, mungkin bisa jadi chicklit. Buset! Otak gue udah siap untuk Pram lagi belum ya?
Trus sore-sorean gitu, jam 3-an kali, ada suara berdentum sama kerasa lantai goyang gitu. Mampus! Apaan tuh? Mobil nabrak? Bom? Something happen with one of the machines? Orang-orang engineering langsung lari ke basement 2. Feeling gue juga ke bawah, tapi chief security-nya malah ke lobby dan dengan bego gue ikutin. Untung di atas ketemu teknisi dari BAS (control room), ada pipa jatuh di basement 2. Pipa sprinkler. Kaitan ke atapnya lepas, pipanya gak kuat nahan, jatuh. Trus pompanya high-pressure dan mengeluarkan bunyi horor tadi. Untungnya (nah, ini baru Jawa banget, dalam situasi apapun masih untungnya) kejadiannya di basement 2 yang sepi. Coba di basement 1, bisa ribut segedung-gedung. Untungnya lagi pipa sprinkler, bukan pipa air kotor. Trus waktu pipanya jatuh gak nimpa orang atau mobil. Bahkan lokasinya pun di deket kantor cleaning service sehingga bisa langsung diberdayakan untuk ngeringin lantai yang banjir (walau di manapun mereka juga langsung diberdayakan sih).
Besok, report, prepare for Wednesday meeting. Sorenya, cabut gigi ;P Yaiks! Scary!
First of all, what is it with Monday? I really don't get it. Kenapa kalo hari Senin jalanan lebih macet dan kereta (dan semua moda transportasi umum, actually) lebih padet dari hari-hari laen. Emangnya orang cuma kerja di hari Senin gitu? Tining! Lu kan bekas pengurus busway (hehe, kesannya panitia 17-an gitu). Explain dong.
Tadi siang Bu Yosi mampir ke kantor bawa kue. Bu Yosi nih kontraktor yang suka ngerjain proyek-proyek di gedung. Orangnya asik, masih tampak muda gitu. Mungkin karena dia juga dosen, ngajar arsitek di Trisakti dan Binus. Yang jelas dia tadi cerita seru. Very novel-like, mungkin bisa jadi chicklit. Buset! Otak gue udah siap untuk Pram lagi belum ya?
Trus sore-sorean gitu, jam 3-an kali, ada suara berdentum sama kerasa lantai goyang gitu. Mampus! Apaan tuh? Mobil nabrak? Bom? Something happen with one of the machines? Orang-orang engineering langsung lari ke basement 2. Feeling gue juga ke bawah, tapi chief security-nya malah ke lobby dan dengan bego gue ikutin. Untung di atas ketemu teknisi dari BAS (control room), ada pipa jatuh di basement 2. Pipa sprinkler. Kaitan ke atapnya lepas, pipanya gak kuat nahan, jatuh. Trus pompanya high-pressure dan mengeluarkan bunyi horor tadi. Untungnya (nah, ini baru Jawa banget, dalam situasi apapun masih untungnya) kejadiannya di basement 2 yang sepi. Coba di basement 1, bisa ribut segedung-gedung. Untungnya lagi pipa sprinkler, bukan pipa air kotor. Trus waktu pipanya jatuh gak nimpa orang atau mobil. Bahkan lokasinya pun di deket kantor cleaning service sehingga bisa langsung diberdayakan untuk ngeringin lantai yang banjir (walau di manapun mereka juga langsung diberdayakan sih).
Besok, report, prepare for Wednesday meeting. Sorenya, cabut gigi ;P Yaiks! Scary!
05 September 2004
Today is gonna be the day
That they're gonna throw it back to you
By now you should've somehow
Realized what you gotta do
I don't believe that anybody
Feels the way I do about you now
Lagunya Oasis yang pertama yang bikin gue jatuh cinta, bukan Married With Children (nngg...is there any other worth-mention song on Definately Maybe?) tapi Wonderwall. Ya gak kenapa-kenapa, suka aja. Hehe...oldskul banget ya?
And all the roads we have to walk are winding
And all the lights that lead us there are blinding
There are many things that I would like to say to you
but I don't know how
Dulu gue punya Morning Glory, trus ada yang ngembat. Temen. Bekas temen? Masa lalu. Manalah gue tau bahwa dia udah segitunya berubah. Cuma setaun gak ketemu. Masa lalu. Masih idup? Udah ada yang nusuk? Udah masuk penjara (tentunya bukan karena nyolong kaset)? Hmm...mungkin gak segitunya sih. I imagine way too far.
'Cause maybe
You're gonna be the one that saves me
And after all
You're my wonderwall
Haha...lagi error malem ini. Mesti format ulang kali. Mesti ketemu my wonderwall kali (and WHAT does it mean, by the way).
G'night, everyone.
That they're gonna throw it back to you
By now you should've somehow
Realized what you gotta do
I don't believe that anybody
Feels the way I do about you now
Lagunya Oasis yang pertama yang bikin gue jatuh cinta, bukan Married With Children (nngg...is there any other worth-mention song on Definately Maybe?) tapi Wonderwall. Ya gak kenapa-kenapa, suka aja. Hehe...oldskul banget ya?
And all the roads we have to walk are winding
And all the lights that lead us there are blinding
There are many things that I would like to say to you
but I don't know how
Dulu gue punya Morning Glory, trus ada yang ngembat. Temen. Bekas temen? Masa lalu. Manalah gue tau bahwa dia udah segitunya berubah. Cuma setaun gak ketemu. Masa lalu. Masih idup? Udah ada yang nusuk? Udah masuk penjara (tentunya bukan karena nyolong kaset)? Hmm...mungkin gak segitunya sih. I imagine way too far.
'Cause maybe
You're gonna be the one that saves me
And after all
You're my wonderwall
Haha...lagi error malem ini. Mesti format ulang kali. Mesti ketemu my wonderwall kali (and WHAT does it mean, by the way).
G'night, everyone.
04 September 2004
Score: Oasis' Wonderwall--only in my head
Baru dapet kabar bagus, I mean GREAT news dari athun, finally. Udah sebulan lebih! *tarik napas* Kalem, kalem, don't get too excited. :D
Hari ini, capek banget kenapa ya? Muter-muter di Ciputat, iseng aja. Ingetin gue ya bahwa gue nyari buku ini: "Mencari Autentisitas dalam Kegalauan", soalnya di tiap toko buku dialognya gini.
Penjaga Toko : Nyari apa Mbak?
Gue : Ada bukunya Syafii Maarif?
Penjaga Toko : Judulnya apa ya?
Gue : Nngg...lupa.
Terakhir, eh, sekali-kalinya sih gue liat tu buku di Gramedia MTA. Dasar bego, kenapa gak dibeli aja ya waktu itu.
Sebenarnya sih nyari bacaan yang bener-bener light dan gak usah mikir. Fira Basuki udah abis dalam sekejap (hehe...berlebihan yak?). Review-nya, mmm, ok.
Biru. Cerita tentang reuni sebuah SMA, di mana manusia-manusianya udah ngambil jalan hidup masing-masing yang mungkin gak kebayang tapi nyambung juga sama keadaan mereka di SMA. Kalo pernah baca trilogi Jendela2-Pintu-Atap, bisa kok ngenalin gayanya Fira. In fact, tokoh Bowo di trilogi itu dipinjem di Biru ini untuk memberikan pencerahan ke salah satu tokohnya. Ada kehidupan-kehidupan yang bergerak cepat, tokoh-tokoh yang melakukan tindakan-tindakan bodoh, tokoh-tokoh yang bangkit. Yang gue suka dari buku ini sebenarnya adalah Fira memberikan ending yang personal kepada tiap tokoh, bukan happy ending kolektif-they-live-happily-ever-after-kinda like. Dua tokoh, dengan kepentingan yang bertolak belakang, bisa sama-sama ngerasa bahagia dengan ending-nya masing-masing.
Rojak. (Judulnya gak banget deh, ngingetin gue sama... Rojak temen gue) Eksperimen, eksplorasi. Fira mencoba sedikit gelap. Ceritanya...why? Why another June? Eh, nggak juga sih. Yang rada males, pantun-pantunnya itu. Nanggung.
Saya masih menganggap novel-novelnya Fira Basuki "just" sophisticated chicklit.
Baru dapet kabar bagus, I mean GREAT news dari athun, finally. Udah sebulan lebih! *tarik napas* Kalem, kalem, don't get too excited. :D
Hari ini, capek banget kenapa ya? Muter-muter di Ciputat, iseng aja. Ingetin gue ya bahwa gue nyari buku ini: "Mencari Autentisitas dalam Kegalauan", soalnya di tiap toko buku dialognya gini.
Penjaga Toko : Nyari apa Mbak?
Gue : Ada bukunya Syafii Maarif?
Penjaga Toko : Judulnya apa ya?
Gue : Nngg...lupa.
Terakhir, eh, sekali-kalinya sih gue liat tu buku di Gramedia MTA. Dasar bego, kenapa gak dibeli aja ya waktu itu.
Sebenarnya sih nyari bacaan yang bener-bener light dan gak usah mikir. Fira Basuki udah abis dalam sekejap (hehe...berlebihan yak?). Review-nya, mmm, ok.
Biru. Cerita tentang reuni sebuah SMA, di mana manusia-manusianya udah ngambil jalan hidup masing-masing yang mungkin gak kebayang tapi nyambung juga sama keadaan mereka di SMA. Kalo pernah baca trilogi Jendela2-Pintu-Atap, bisa kok ngenalin gayanya Fira. In fact, tokoh Bowo di trilogi itu dipinjem di Biru ini untuk memberikan pencerahan ke salah satu tokohnya. Ada kehidupan-kehidupan yang bergerak cepat, tokoh-tokoh yang melakukan tindakan-tindakan bodoh, tokoh-tokoh yang bangkit. Yang gue suka dari buku ini sebenarnya adalah Fira memberikan ending yang personal kepada tiap tokoh, bukan happy ending kolektif-they-live-happily-ever-after-kinda like. Dua tokoh, dengan kepentingan yang bertolak belakang, bisa sama-sama ngerasa bahagia dengan ending-nya masing-masing.
Rojak. (Judulnya gak banget deh, ngingetin gue sama... Rojak temen gue) Eksperimen, eksplorasi. Fira mencoba sedikit gelap. Ceritanya...why? Why another June? Eh, nggak juga sih. Yang rada males, pantun-pantunnya itu. Nanggung.
Saya masih menganggap novel-novelnya Fira Basuki "just" sophisticated chicklit.
02 September 2004
Di dadaku
Ada senyummu
Ada cintamu
Ada hasratmu
(nng... this part of lyric is ok)
Ada kumismu
Ada kupingmu
Di dadaku... ada kamu
(Bwahahaha... '80s pisan! Sori ya yang berkumis)
Berangkat naik bis-nya Manda. Gitulah kalo naik bis ngikut selera sopir aja. Tadi lagunya satu kaset Vina Panduwinata. Hihi...jadi inget jaman SD gitu.
Kayanya naek bis tiap hari asik juga. Dulu sih berangkatnya 6.15, kan gue baru keluar rumah tuh. Sekarang berangkatnya setengah tujuh, pas. Gak usah macet-macetan ke stasiun, cuma kalo berangkat jam segitu kayanya Bintaro udah nguler. Tapi masih keburu kok. Turun depan Indosat lagi. Well, let see tomorrow.
Ada senyummu
Ada cintamu
Ada hasratmu
(nng... this part of lyric is ok)
Ada kumismu
Ada kupingmu
Di dadaku... ada kamu
(Bwahahaha... '80s pisan! Sori ya yang berkumis)
Berangkat naik bis-nya Manda. Gitulah kalo naik bis ngikut selera sopir aja. Tadi lagunya satu kaset Vina Panduwinata. Hihi...jadi inget jaman SD gitu.
Kayanya naek bis tiap hari asik juga. Dulu sih berangkatnya 6.15, kan gue baru keluar rumah tuh. Sekarang berangkatnya setengah tujuh, pas. Gak usah macet-macetan ke stasiun, cuma kalo berangkat jam segitu kayanya Bintaro udah nguler. Tapi masih keburu kok. Turun depan Indosat lagi. Well, let see tomorrow.
Langganan:
Postingan (Atom)
